News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anggota KPPS di Lampung Meninggal Dunia Usai Rekapitulasi Tingkat Kecamatan 

Polres Way Kanan mengunjungi rumah duka anggota Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Baradatu, Kabupaten Way Kanan Lampung yang meninggal dunia saat pleno tingkat
Rabu, 28 Februari 2024 - 16:13 WIB
Polres Way Kanan mengunjungi rumah duka anggota Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Baradatu Kabupaten Way Kanan Lampung yang meninggal dunia saat Pleno tingkat kecamatan pada Pemilu tahun 2024.
Sumber :
  • Tim tvOne/Pujiansyah

Way Kanan, tvOnenews.com - Polres Way Kanan mengunjungi rumah duka anggota Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Baradatu, Kabupaten Way Kanan Lampung yang meninggal dunia saat pleno tingkat kecamatan pada Pemilu 2024.

Saat mengunjungi rumah duka terlihat anak dari anggota PPK yang meninggal dunia terbaring dengan kondisi tangan dan kakinya patah akibat kecelakaan lalu lintas saat menjemput bapaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami dari Polres Way Kanan turut berbela sungkawa atas wafatnya anggota PPK Kecamatan Baradatu. Korban merupakan anggota yang sudah berjuang, berkorban untuk melaksanakan penyelenggaraan Pemilu dengan baik dan kejadiannya ketika korban sedang pulang setelah penghitungan rekapitulasi di kantor kecamatan," ucap AKBP Pratomo Widodo kepada tvOnenenews.com pada Rabu (28/2/2024).

Pihaknya pun turut berduka atas wafatnya anggota PPK di Kabupaten Way Kanan yang sudah bertugas untuk bangsa dan negara. "Ada tiga anggota PPS yang meninggal dunia di Kabupaten Way Kanan," jelasnya.

Sementara itu, kakak kandung dari Bahron menceritakan sosok adiknya itu yang telah pergi selama lamanya. Ia tidak menyangka bahwa adiknya itu pergi begitu cepat dan meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih kecil.

"Hari Sabtu, kecelakaan di Banjarnegara pulang dari kerja. Almarhum meninggalkan tiga orang anak yang masih kecil, anak pertama sekolah SMP, SD dan balita," ucap Rita Susanti, kakak kandung almarhum.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi di saat almarhum pulang dari kerja dengan mengendarai sepeda motor berboncengan dengan anaknya yang pertama. Sosok almarhum, kata Rita, merupakan adik yang sangat baik, teladan, patuh dengan keluarga. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Rita pun mengucapkan terimakasih kepada Polres Way Kanan yang sudah mengunjungi dan memberikan doa kepada keluarga yang ditinggalkan. (puj/wna)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT