Dolar AS menguat dan menekan mayoritas mata uang Asia. Rupiah ikut melemah di tengah ketidakpastian suku bunga AS dan memanasnya risiko geopolitik global.
Pasar saham Indonesia diperkirakan akan menghadapi dinamika tajam pada awal perdagangan Senin pekan depan, menyusul rangkaian peristiwa pengunduran diri petinggi lembaga jasa keuangan dan regulator pasar modal.
Penguatan IHSG salah satunya didorong lonjakan sektor basic material yang naik 2,49 persen ke level 2.389,38, seiring menguatnya saham-saham komoditas emas.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi kondisi melemahnya rupiah dan IHSG dengan santai, serta yakin pasar akan kembali pulih.
Dolar menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi mendorong mata uang Amerika dan investor mencari tempat yang aman di tengah kekhawatiran tentang ekonomi China.
Dolar AS bertahan hampir datar terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor menunggu laporan indeks harga konsumen (IHK) AS untuk Juli pada Kamis waktu setempat.
Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Moody's menurunkan peringkat beberapa bank AS kecil hingga menengah dan inflasi Jerman melambat pada Juli.
Analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi kenaikan indeks dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS.
Baru-baru ini beredar kabar terkait detik-detik mengerikan sebuah sekolah SD Putri di Iran dihantam rudal Israel. Sekolah tersebut berada di Kota Minab, Iran