Untuk besaran gaji pokok para PNS sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024. Aturan ini berlaku untuk semua PNS dari seluruh instansi baik itu Kementerian-Lembaga hingga pemerintah daerah.
Gaji ke-13 yang akan dicairkan pemerintah mencakup tunjangan kinerja (tukin) dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Menpan RB Rini Widyantini menambahkan, kebijakan gaji ke-13 dan 14 PNS sudah termaktub dalam Nota Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2025.
Pemerintah telah menetapkan jumlah THR dan gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) setara dengan gaji pokok yang ditambah dengan tunjangan-tunjangan berikut:
PT Taspen (Persero) siap menyalurkan gaji ke-13 kepada Pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), yang akan mulai didibayarkan langsung pada tanggal 3 Juni 2024.
Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2024 yang menetapkan aparatur sipil negara (ASN) menerima penuh THR dan gaji ke-13 tahun ini.
Ada kelompok pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak akan mendapatkan gaji ke-13 pada bulan Juni 2023 ini. Mereka ini terdiri dari golongan pegawai negeri sipil
âDalam PP Nomor 15 Tahun 2023 mengatur gaji ke-13. Gaji ke-13 akan dibayar mulai Juni 2023," kata Sri Mulyani, pada keterangan pers, pada Jumat (26/5/2023).
Simulasi perhitungan yang merujuk sejumlah aturan, Pak Jokowi bakal menerima gaji ke-13 sekitar Rp62,7 Juta. Sedangkan Ma'ruf Amin dapat gaji ke-13 Rp42,1 juta.
Adapun, teknis pelaksanaan diatur dalam PP Nomor 15 Tahun 2023 dan  PMK Nomor 39 tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian THR dan Gaji Ke-13.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.