FAO mengapresiasi peran Indonesia dalam mendorong transformasi pertanian dan ketahanan pangan global melalui program KSST yang selaras dengan FAO Strategic Framework 2022â2031.
Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nairobi menegaskan pentingnya kerja sama Asia-Afrika dalam mendorong pengembangan blue economy.
Bupati Lumajang Indah Wahyuni buka acara FAOâs TCP Advancing Sustainable Banana Production and Market Access Modernizing GAP and GHP and Promoting International Market Engagement
Belakangan ini harga beras semakin membuat masyarakat tercekik usai kenaikan signifikan dengan harga pasar kisaran Rp18.000/kg untuk kategori premium dan Rp16.000/kg untuk kategori medium.
Kementerian Pertanian bersama WOAH, FAO industri perunggasan dan farmasi di Indonesia deklarasi langkah-langkah konkrit mencegah resistensi AMR di Indonesia
Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau Food and Agriculture Organisation (FAO) dorong negara-negara G20 untuk melakukan aksi solidaritas Anies Baswesan
Badan Pangan & Pertanian Dunia (FAO) berharap Indonesia sebagai ketua G20 tahun ini ajak negara anggota G20 berkolaborasi atasi kerawanan pangan dan kelaparan.
FAO mendukung pemerintah Republik Indonesia dalam mengembangkan budi daya berkelanjutan yang ramah lingkungan untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan dan meningkatkan produksi perikanan nasional.
Negara-negara dunia diimbau untuk mengurangi Food Loss and Waste (FLW) agar makanan tak terbuang secara percuma karena akan mengancam ketersediaan pangan dunia
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.