Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada 2024Â pada rapat pleno yang digelar di Hotel Patra Semarang, Minggu (22/9/24).
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulon Progo menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yaitu sebanyak 345.540 pemilih
Jumlah Pemilih Meningkat 6.365 dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang dikeluarkan oleh KPU Kotawaringin Timur (Kotim), peningkatan berasal dari pemutakhiran data
Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar Rijanto dan Beky Herdiansyah mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Blitar dengan diantar oleh ribuan pendukung.
Suasana meriah menyelimuti Kota Nganjuk pagi ini ketika pasangan calon bupati dan wakil bupati, Bunda Ita dan Mbak Zuli, melakukan pendaftaran ke KPU Nganjuk.
Dengan diarak menggunakan kereta kencana dan diiringi ribuan pendukungnya, pasangan Yani-Alif mendaftarkan diri menjadi cabup-cawabup ke kantor KPU Gresik.
Pada pelaksanaan Pilkada 2024 tahapan pendaftaran ini, KPU Kulon Progo memberikan pelayanan pendaftaran mulai Selasa (27/8/2024) hingga Rabu (29/8/2024).
Pada Perpres 86/2024 yang diteken Jokowi, insentif diberikan kepada seluruh pegawai KPU, dari Ketua sampai Pejabat Pelaksana dan Pejabat Fungsional Pertama.
KPU Kabupaten Sleman telah menetapkan sebanyak 1.731 TPS untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Ribuan TPS tersebut meliputi TPS reguler dan khusus.
KPUÂ Kota Semarang, Jawa Tengah menemukan 46.871 pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) dari hasil pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih).
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.