Kejagung menegaskan bahwa Eks Staf Khusus Mendikbudristek, Jurist Tan, yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan laptopn Chromebook masih WNI.
Momen panas sempat terjadi ketika sidang Nadiem Makarim berlangsung, Senin (19/1/2026), jaksa dan pengacara saling beradu argumen gara-gara pemasangan kamera.
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim hari ini menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/1/2026) meski dalam kondisi kurang sehat.
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim merasa percaya diri bahwa dirinya akan terbukti tidak bersalah.
Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim membantah menerima uang Rp809 miliar kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).
JPU menduga mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim tetap melakukan pengadaan laptop Chromebook meski tahu bermasalah, karena untuk menguntungkan bisnisnya.
Sidang kasus dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management di lingkungan Kemendikbudristek pada 2019â2022 yang menyeret Mendikbudristek periode 2019â2024 Nadiem Anwar Makarim sebagai tersangka kembali ditunda.
Sebanyak tiga terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 tercatat merugikan negara hingga Rp2,18 triliun.
Jaksa mengatakan eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim menerima Rp809 miliar dari kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook pada program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.