Pernyataan Jusuf Kalla (JK) terkait potensi terjadinya âchaosâ pada periode JuliâAgustus 2026 menuai perhatian publik. Sejumlah pihak menilai, pernyataan tersebut memiliki implikasi politik yang tidak sederhana, terutama di tengah dinamika global dan domestik saat ini.
Belakangan ini mencuat isu Indonesia bakal chaos dalam waktu dekat. Kemudian, hal itu dibantah oleh Seskab Teddy Indra Wijaya. Bahkan ia menegaskan negara
Massa menyerbu rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok. Chaos disertai perusakan, hingga isu penjarahan koleksi pribadi, termasuk patung Iron Man yang raib.
Dorongan massa yang semakin memanas membuat situasi di depan DPR semakin ricuh. Aparat keamanan yang terdiri dari polisi dan TNI langsung memperketat penjagaan.
Dari mulai sholat Id, berziarah, bersilaturahmi dengan keluarga hingga makan-makan hingga akhirnya libur lebaran yang tersisa menjadi waktu kosong alias gabut.
Baru 2 bulan dioperasikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menutup Tebet Eco Park untuk sementara. Kehadiran taman itu mengundang PKL dan parkir liar
Warga Tebet, Ricky Siahaan, mengeluhkan kehadiran parkir liar dan PKL yang menghalangi jalan utama di kawasan Tebet Eco Park. Wagub Riza Patria menanggapinya
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta.
RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.