Bos Ducati Buka-bukaan soal Perpanjangan Kontrak Marc Marquez: Ternyata Tak Semudah Dugaan
- Instagram.com/@ducaticorse
Jakarta, tvOnenews.com - Manajemen Ducati Corse tengah menghadapi ujian penting jelang musim MotoGP 2027.
Fokus utama mereka bukan sekadar performa di lintasan, melainkan memastikan masa depan pembalap andalan tetap aman. Sporting Director Ducati Corse, Mauro Grassilli, mengakui proses perpanjangan kontrak Marc Marquez ternyata lebih rumit dari perkiraan awal.

- Instagram/Ducaticorse
Meski Marquez berstatus juara bertahan dan menjadi figur sentral proyek Ducati, tanda tangan kontrak anyar belum juga tercapai.
Situasi ini membuat manajemen harus bekerja ekstra di balik layar, apalagi hanya empat pembalap yang sudah mengamankan kursi untuk musim 2027.
Grassilli mengisyaratkan bahwa negosiasi kali ini tidak sesederhana saat pertama kali Marquez bergabung.
“Kita sudah mencapai setidaknya 9,5, belum sampai 10. Seperti yang juga saya katakan di (Madonna di) Campiglio, dari sudut pandang saya, perpanjangan kontrak ini sedikit lebih menantang daripada kontrak pertama,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa kedua pihak sebenarnya sudah sangat dekat dengan kesepakatan.
Namun, sejumlah detail krusial masih dibahas secara mendalam. Grassilli menjelaskan bahwa Ducati kini lebih berhati-hati dibanding sebelumnya.
“Dalam perpanjangan kontrak ini, kami memverifikasi dan menganalisis bagian-bagian yang agak kami remehkan di kontrak pertama, jadi kami butuh waktu sedikit lebih lama dari yang kami duga,” ujar Grassilli.
“Namun, bahkan di situ, arahnya sudah benar, kami sudah sangat dekat, kami belum sampai ke tempat yang seharusnya, tetapi saya harap tidak banyak yang kurang,” tambahnya.
Di tengah proses tersebut, beredar rumor bahwa Marquez lebih menginginkan kontrak model ‘1+1 alias berdurasi satu musim dengan opsi perpanjangan ketimbang langsung mengikat dua tahun.
Selain itu, isu ketertarikan kembali ke tim pabrikan Honda juga ikut memanaskan spekulasi, meski belum ada konfirmasi resmi.
Menariknya, Ducati memilih memprioritaskan negosiasi dengan Marquez sebelum membahas masa depan rekan setimnya, Francesco Bagnaia.
CEO Ducati, Claudio Domenicali, memberi sinyal bahwa pembicaraan kontrak Bagnaia baru akan dilakukan setelah situasi Marquez benar-benar tuntas.
Dengan dinamika tersebut, jelas bahwa strategi Ducati bukan hanya soal mempertahankan pembalap juara, tetapi juga menyusun fondasi jangka panjang demi stabilitas dan ambisi mereka di MotoGP era 2027.
Load more