News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gagal Naik Podium di F1 GP Italia 2025, Charles Leclerc Sebut Kecepatan Ferrari Lebih Buruk dari...

Pembalap andalan Ferrari, Charles Leclerc, gagal mempersembahkan podium untuk Si Kuda Jingkrak pada gelaran F1 GP Italia 2025 akhir pekan lalu.
Jumat, 12 September 2025 - 17:00 WIB
Charles Leclerc
Sumber :
  • Facebook/F1

tvOnenews.com - Pembalap andalan Ferrari, Charles Leclerc, gagal mempersembahkan podium untuk Si Kuda Jingkrak pada gelaran F1 GP Italia 2025 akhir pekan lalu.

Charles Leclerc harus puas menerima kenyataan kalau dirinya hanya mampu finis di posisi keempat F1 GP Italia 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil balapan di Sirkuit Monza itu pun menyisakan kekecewaan mendalam bagi sang pembalap Ferrari.

Charles Leclerc
Charles Leclerc
Sumber :
  • Facebook/F1

 

Leclerc sebenarnya tampil cukup solid sejak awal. Ia mampu bertarung ketat dengan Oscar Piastri, meski akhirnya tertinggal sekitar empat detik darinya.

Namun, Ferrari kembali kesulitan bersaing dengan McLaren maupun Red Bull.

Mobil SF-25 yang diharapkan kompetitif justru tak mampu memberi kecepatan maksimal.

Setelah duel seru dengan Piastri di awal balapan, Leclerc menghabiskan paruh kedua lomba dengan tenang, lebih fokus mempertahankan diri dari George Russell.

Meski gagal naik podium, Leclerc menegaskan bahwa dirinya tidak menyesali cara membalapnya. 

Hanya saja, kecepatan mobil Ferrari di F1 GP Italia lebih buruk dari ekspektasinya.

“Pertarungan yang bagus. Saya merasa seperti menyalip ketika dia melakukan kesalahan dan dia menyalip saya ketika saya melakukan kesalahan,” kata Leclerc.

Charles  Leclerc
Charles Leclerc
Sumber :
  • Facebook/F1

 

“Mereka memang lebih cepat daripada saya. Saya mencoba hal-hal yang saya pikir tidak ada di mobil dan saya kehilangan kendali ban belakang beberapa kali.” lanjutnya.

“Sayangnya, itu berarti saya tidak bisa berharap lebih baik. Saya sudah mencoba. Saya tidak menyesal. Kecepatan mobil lebih buruk dari perkiraan,” tambahnya.

Kini, delapan balapan tersisa menjadi penentu peluang Ferrari menutup musim dengan kemenangan. Leclerc pun menaruh harapan pada trek tertentu.

“Baku adalah trek yang saya sukai dan saya selalu tampil kuat di masa lalu, tetapi dalam balapan, trek ini sangat mudah untuk menyalip,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Lalu ada Singapura di mana kualifikasi sangat penting dan balapan lebih sulit untuk menyalip saya juga menyukai trek ini,” sambungnya.

Leclerc menilai Singapura, Baku, dan Las Vegas bisa jadi peluang Ferrari mendekati kemenangan. Namun, ia sadar Ferrari tetap bukan favorit utama.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT