Finis di P10 saat F1 GP Hungaria 2025, Kimi Antonelli Lega Bisa Raih Poin Pertamanya saat Balapan di Eropa
- Facebook/Mercedes AMG Petronas
tvOnenews.com - Kimi Antonelli berhasil menutup paruh pertama Formula 1 dengan meraih poin perdananya di Eropa.
Pembalap Mercedes AMG itu berhasil finis di posisi ke-10 pada gelaran F1 GP Hungaria 2025.
Kimi Antonelli, mengaku lega setelah meraih poin perdananya di paruh musim Eropa dengan finis di posisi 10.
- F1
Pembalap 18 tahun itu memulai balapan dari posisi ke-15 setelah catatan waktunya di babak kualifikasi dihapus karena melanggar batas lintasan.
Namun, Antonelli tampil solid dan konsisten sepanjang balapan untuk menembus posisi 10 besar.
“Balapan yang sangat berat. Kami awalnya tidak berencana melakukan satu kali pit stop, tetapi karena posisi kami cukup jauh dan kecepatannya cukup baik di lintasan bebas, kami memutuskan untuk melanjutkan strategi itu,” kata Antonelli.
Antonelli melakukan pit stop lebih awal pada lap ke-22 dan mengganti ke ban keras (C3), yang kemudian ia gunakan hingga akhir lomba.
Hanya Esteban Ocon yang berhasil membuat satu set ban bertahan lebih lama di balapan tersebut.
- Facebook/Mercedes AMG Petronas
"Itu sangat sulit, terutama di stint terakhir. Saya melakukan hampir 50 lap dengan ban keras. Setiap kali keluar dari tikungan terakhir dan memasuki tikungan pertama, saya harus bertahan dari tekanan mobil-mobil di belakang yang punya grip lebih baik," katanya.
Keberhasilannya finis di P10 merupakan hal yang menggembirakan bagi Kimi Antonelli.
Kimi sebelumnya mengalami masa sulit dengan empat kali gagal finis dalam enam balapan terakhir di Eropa.
Selain podium di Kanada, dua hasil lainnya sejak Mei hanya berada di posisi 16 dan 18.
“Saya sangat senang karena rasa percaya diri terhadap mobil akhirnya kembali. Ini akhir pekan yang penting untuk membangun momentum menjelang paruh kedua musim,” kata pembalap asal Italia itu.
Kepala tim Mercedes Toto Wolff memberikan pujian atas kedewasaan Antonelli dalam mempertahankan posisi dan menyelesaikan strategi satu pit stop yang tidak mudah.
“Kami menempatkannya dalam situasi sulit untuk bertahan hidup dengan kondisi ban. Tapi itu bagian dari proses belajar sebagai pembalap muda. Dia bertahan dari tekanan Hadjar dan berhasil mengamankan poin,” kata Wolff.
Load more