GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Marc Marquez Terang-terangan Minta Peraturan Tekanan Ban MotoGP Diubah, The Baby Alien Bilang Lebih Baik...

Baru-baru ini, Rider tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, memberikan komentar soal aturan tekanan ban di MotoGP 2025.
Selasa, 5 Agustus 2025 - 14:54 WIB
Marc Marquez
Sumber :
  • Instagram.com/marcmarquez93

tvOnenews.com - Baru-baru ini, Rider tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, memberikan komentar soal aturan tekanan ban di MotoGP 2025.

Marc Marquez menegaskan dukungannya terhadap aturan tekanan ban MotoGP yang dinilai penting demi keselamatan pembalap, namun menilai jika aturan tersebut perlu diubah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rider andalan Ducati itu mengkritik keras sistem penalti saat ini yang menurutnya terlalu memberatkan jika ada pelanggaran teknis.

Francesco Bagnaia dan Marc Marquez
Francesco Bagnaia dan Marc Marquez
Sumber :
  • Reuters

 

Melansir dari laman Crash, pada Sprint Race di MotoGP Ceko 2025, Marquez sempat sengaja membiarkan Pedro Acosta melewati dirinya agar bisa meningkatkan tekanan ban.

Strategi itu dilakukan usai muncul peringatan dari dasbor bahwa bannya di bawah ambang batas minimum.

Setelah berada di slipstream Acosta dan tekanannya naik, Marquez kembali menyerang dan meraih kemenangan.

Aksi serupa juga ia terapkan di Buriram, demi menghindari penalti, meski membutuhkan keberadaan pembalap lain untuk tetap di belakangnya.

"Memang benar penaltinya, menurut saya, terlalu berat. Saya rasa ya, bisa dikurangi detiknya," kata Marc Marquez.

Marc Marquez
Marc Marquez
Sumber :
  • Instagram.com/marcmarquez93

 

Saat ini, pembalap bisa diganjar penalti +8 detik di Sprint dan +16 detik di balapan utama jika gagal memenuhi ambang batas tekanan ban.

Marc Marquez pun menilai jika penalti tersebut terlalu memberatkan pembalap.

"Bagi saya, kurangi penaltinya setengahnya. Misalnya, 4 detik di sprint dan 8 detik di long race. Itu akan lebih masuk akal," jelasnya.

Menurut Marquez, membuka celah waktu delapan detik di Sprint Race bukan hal realistis, sehingga pembalap harus mengatur strategi di tengah balapan.

Meski penalti lebih ringan bisa terasa lebih adil, risikonya adalah makin banyak pembalap nekat tetap mengebut dengan tekanan ban di bawah batas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu justru berpotensi melanggar tujuan utama dari aturan tekanan ban yaitu keselamatan.

(akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Comeback Conor McGregor ke UFC Makin Dekat, Ini Kata Dana White

Comeback Conor McGregor ke UFC Makin Dekat, Ini Kata Dana White

Presiden UFC, Dana White, menyatakan optimisme bahwa Conor McGregor akan segera kembali bertarung di oktagon, dengan peluang comeback yang kini semakin nyata.
Bung Ropan Komentari Kekalahan Timnas Indonesia atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Bung Ropan Komentari Kekalahan Timnas Indonesia atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan tipis Bulgaria dengan skor 0-1 dalam laga puncak FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno GBK
Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut tiga dokter internship atau magang yang meninggal dunia dalam waktu berdekatan di lokasi berbeda. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara terkait
Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Megawati Hangestri dipastikan tak kembali ke V-League musim depan, media Korea tetap menyoroti kehebatan “Megatron” saat membahas draft pemain asing.
Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan keberhasilan Indonesia meraih komitmen investasi lebih dari Rp380 triliun di Jepang. Keberhasilan ini
Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah mendorong percepatan pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela, Maluku. Bahkan Bahlil jelaskan,

Trending

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kekalahan perdana yang dialami John Herdman bersama Timnas Indonesia tidak serta-merta membuatnya pesimistis. Meski takluk 0-1 dari Timnas Bulgaria di Stadion -
Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Momentum pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pembenahan sektor keimigrasian nasional.
Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan jelaskan, tidak ada titipan atau intervensi dari pihak manapun dalam bursa pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat
Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekecewaannya usai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026. Dia bilang timnas Indonesia
VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengubur mimpi meraih gelar FIFA Series 2026 setelah kalah tipis dari Bulgaria. Kekalahan itu ditentukan lewat penalti kontroversial.
Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Mantan juara kelas berat UFC, Francis Ngannou, mengaku patah hati menyaksikan sahabatnya, Israel Adesanya, kalah TKO dari Joe Pyfer dalam UFC Fight Night 271.
Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam soroti kekalahan Timnas Indonesia 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026, beberkan kesalahan penalti menjadi faktor fatal bagi skuad Garuda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT