Skandal Naturalisasi Mantan Lawan Megawati Hangestri Terbongkar: Palsukan Dokumen, Nasib Atlet Kini Terkatung-katung
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan lawan Megawati Hangestri kembali terseret dalam kasus skandal naturalisasi, usai pihak federasi dikabarkan telah melakukan pemalsuan dokumen.
Saat ini jagat voli Asia tengah diguncang kabar kurang sedap usai Federasi Voli Jepang dikabarkan melakukan pemalsuan dokumen saat menaturalisasi Alyja Daphne Santiago atau Jaja Santiago alias Sachi Minowa.
Jaja Santiago atau Sachi Minowa sebelumnya merupakan pemain asal Filipina dan sempat beberapa kali melawan Timnas Voli Putri Indonesia di ajang SEA Games.
Nama Jaja Santiago kembali terseret setelah media Jepang, Nikkan Sports merilis artikel berita yang mengatakan bahwa mantan petinggi Federasi Bola Voli Jepang (JVA) telah melakukan pemalsuan dokumen proses naturalisasi mantan rival Megawati Hangestri di SEA Games tersebut.
Polemik yang melibatkan JVA ini mengungkap sejumlah fakta baru setelah sebelumnya kasus ini sempat mencuat ke publik. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa dokumen yang disebut-sebut telah dibatalkan justru tetap diajukan kepada pihak berwenang, sehingga memperpanjang polemik yang ada.
Dokumen yang dipermasalahkan berupa surat rekomendasi yang berkaitan dengan proses pengajuan kewarganegaraan Jepang bagi seorang pemain voli putri.Â
Awalnya, dokumen tersebut diklaim tidak pernah diajukan setelah pihak klub menyatakan keberatan. Namun, fakta terbaru mengungkap bahwa surat tersebut tetap dibuat dan diserahkan ke kantor hukum setempat pada 12 Juni 2024 tanpa persetujuan resmi.
Dalam isi dokumen, disebutkan bahwa sang atlet melakukan perjalanan ke luar negeri sebagai bagian dari tugas resmi untuk meningkatkan kemampuan teknik. Pernyataan ini bertujuan untuk memenuhi syarat menetap selama beberapa tahun di Jepang dalam proses naturalisasi.Â
Padahal kenyataannya, pemain tersebut diketahui kembali ke negara asalnya selama masa jeda kompetisi sekitar setengah tahun, sehingga syarat tersebut sulit dipenuhi.
Kemudian di duga seorang staf asosiasi berupaya menyiasati kondisi tersebut dengan menyatakan bahwa periode berada di luar Jepang merupakan bagian dari perjalanan dinas tim. Namun, pihak klub menolak menandatangani dokumen tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan fakta.
Meski sempat disebut telah dibatalkan, dokumen itu ternyata tetap dibuat secara diam-diam dengan mencantumkan nama asosiasi. Surat itu bahkan memuat dua tanda tangan dan menggunakan cap yang bukan cap resmi organisasi.Â
Load more