Rawan Dikorupsi, Presiden Prabowo Minta Cek Semua Anggaran
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden prabowo Subianto menyoroti besarnya potensi pemborosan dalam Anggaran negara yang dinilai rawan mengarah pada praktik Korupsi.
Dalam diskusi bersama jurnalis, pengamat, dan sejumlah ahli, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan efisiensi anggaran hingga Rp308 triliun dari belanja pusat.
Menurutnya, penghematan tersebut berasal dari pemangkasan berbagai pengeluaran yang dinilai tidak produktif dan berpotensi disalahgunakan.
Ia menilai, tanpa langkah efisiensi tersebut, dana yang tidak tepat sasaran bisa mengarah pada praktik korupsi.
Presiden juga menyoroti masih banyaknya pos anggaran yang dianggap tidak efisien, seperti biaya seremonial, percetakan, pembelian alat tulis kantor, hingga kegiatan rapat dan seminar di luar daerah.
Prabowo mencontohkan bahwa pengeluaran seperti alat tulis kantor dipangkas hingga 90 persen, sementara biaya percetakan dan suvenir dipotong hingga 75 persen.
Selain itu, ia mengkritik kebiasaan sejumlah instansi yang kerap menggelar rapat di luar kota, termasuk di lokasi wisata, yang dinilai tidak perlu.
Presiden menegaskan bahwa fokus penggunaan anggaran negara seharusnya diarahkan pada penyelesaian persoalan utama seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, dan penciptaan lapangan kerja.
Ia juga meminta agar transfer anggaran ke daerah dievaluasi, terutama untuk memastikan dana digunakan secara produktif dan tidak disalahgunakan.
Pemerintah, kata Prabowo, masih melihat adanya ruang besar untuk efisiensi lanjutan guna memastikan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.