Menang Dramatis atas Vietnam, Hector Souto Kritik Keras Permainan Timnas Futsal Indonesia
- Tim tvOne/Ilham Giovani
“Kemudian kami bisa mengontrol permainan sedikit lebih baik, terhubung dengan pemain tengah, memiliki peluang dalam bola mati, dan kami mencetak gol lagi dari bola mati. Itu berarti kami bermain bagus,” sambungnya.
Souto juga menyoroti tingginya jumlah pelanggaran yang dilakukan para pemainnya. Ia mengaku sempat meminta anak asuhnya untuk mengurangi tekanan guna menghindari hadiah tendangan bebas jarak 10 meter bagi lawan.
“Saya pikir di babak pertama mereka hanya bisa mengontrol permainan ketika melibatkan kiper. Dan juga ketika kami mendapat pelanggaran kelima, saya meminta pemain saya untuk tidak menekan agar menghindari tembakan dari jarak 10 meter,” jelasnya.
Situasi berbalik pada babak kedua. Souto menilai Vietnam justru lebih mendominasi permainan, terutama ketika mulai menerapkan skema power play dengan melibatkan kiper.
“Di babak kedua, saya pikir kami mulai lengah. Para pemain tidak tampil baik, ada ketidakselarasan selama tiga hingga lima menit pertama, dan kemudian mereka mulai melibatkan kiper ketika kami menekan,” ucap Souto.
Ia pun memberikan pujian kepada pelatih Vietnam, Diego Giustozzi, yang dinilai sukses memaksimalkan strategi power play hingga mampu mencetak dua gol ke gawang Indonesia.
“Ini selalu menjadi masalah dan terjadi di seluruh dunia. Diego Giustozzi melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan kipernya. Mereka menekan kami lagi seperti yang dilakukan Kyrgyzstan dengan melibatkan kiper,” tambahnya.
Meski begitu, kemenangan tersebut tetap membawa Timnas Futsal Indonesia melaju ke semifinal. Pada babak empat besar, skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Jepang di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026) malam WIB.
Load more