Menang Dramatis atas Vietnam, Hector Souto Kritik Keras Permainan Timnas Futsal Indonesia
- Tim tvOne/Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengaku belum puas dengan penampilan anak asuhnya meski berhasil mencetak sejarah dengan lolos ke babak semifinal Piala Asia Futsal 2026.
Skuad Garuda memastikan langkah ke semifinal untuk pertama kalinya sepanjang keikutsertaan di ajang Piala Asia setelah menumbangkan Vietnam dengan skor tipis 3-2 pada laga perempat final yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa (3/2/2026) malam WIB.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan. Indonesia Arena menjadi saksi duel ketat kedua tim yang berlangsung dalam tensi tinggi.
Tiga gol kemenangan Timnas Futsal Indonesia masing-masing dicetak oleh Wendy Brian, Ardiansyah Nur, dan Reza Gunawan.
Namun, alih-alih larut dalam euforia, Hector Souto justru mengaku sedih usai pertandingan. Pelatih asal Spanyol itu menilai performa timnya masih jauh dari harapan, bahkan menganggap Vietnam tampil lebih baik sepanjang laga.
“Jujur saja, saya tidak puas. Sangat tidak puas dan sangat sedih dengan penampilan tim saya,” ujar Hector Souto usai laga, Selasa (3/2/2026).
Souto menilai keunggulan Indonesia dalam pertandingan tersebut lebih banyak datang dari situasi bola mati. Ia menyebut permainan anak asuhnya tidak mencerminkan karakter permainan yang selama ini ingin ia bangun.
“Saya rasa Vietnam bermain jauh lebih baik dari kami. Kami hanya lebih unggul dari mereka dalam bola mati, dan ini bukan tipe permainan yang ingin kami berikan kepada Tim Nasional Indonesia. Saya rasa para pemain kami hanya berusaha untuk tidak kehilangan bola daripada bermain,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Souto mengungkapkan sejumlah masalah yang muncul dalam permainan Timnas Futsal Indonesia, khususnya dalam hal koneksi antarpemain, terutama dengan pemain pivot.
“Kami memiliki banyak masalah untuk terhubung dengan pemain tengah (pivot). Di awal pertandingan, mereka bermain sangat langsung dan menciptakan beberapa situasi bola mati. Itu menjadi situasi utama,” kata Souto.
Meski demikian, ia mengakui timnya perlahan mampu mengontrol permainan dan menciptakan peluang, terutama melalui situasi set piece yang berujung pada gol pembuka Wendy Brian.
“Kemudian kami bisa mengontrol permainan sedikit lebih baik, terhubung dengan pemain tengah, memiliki peluang dalam bola mati, dan kami mencetak gol lagi dari bola mati. Itu berarti kami bermain bagus,” sambungnya.
Souto juga menyoroti tingginya jumlah pelanggaran yang dilakukan para pemainnya. Ia mengaku sempat meminta anak asuhnya untuk mengurangi tekanan guna menghindari hadiah tendangan bebas jarak 10 meter bagi lawan.
“Saya pikir di babak pertama mereka hanya bisa mengontrol permainan ketika melibatkan kiper. Dan juga ketika kami mendapat pelanggaran kelima, saya meminta pemain saya untuk tidak menekan agar menghindari tembakan dari jarak 10 meter,” jelasnya.
Situasi berbalik pada babak kedua. Souto menilai Vietnam justru lebih mendominasi permainan, terutama ketika mulai menerapkan skema power play dengan melibatkan kiper.
“Di babak kedua, saya pikir kami mulai lengah. Para pemain tidak tampil baik, ada ketidakselarasan selama tiga hingga lima menit pertama, dan kemudian mereka mulai melibatkan kiper ketika kami menekan,” ucap Souto.
Ia pun memberikan pujian kepada pelatih Vietnam, Diego Giustozzi, yang dinilai sukses memaksimalkan strategi power play hingga mampu mencetak dua gol ke gawang Indonesia.
“Ini selalu menjadi masalah dan terjadi di seluruh dunia. Diego Giustozzi melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan kipernya. Mereka menekan kami lagi seperti yang dilakukan Kyrgyzstan dengan melibatkan kiper,” tambahnya.
Meski begitu, kemenangan tersebut tetap membawa Timnas Futsal Indonesia melaju ke semifinal. Pada babak empat besar, skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Jepang di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026) malam WIB.
Load more