News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gara-Gara Ditinggal Megawati Hangestri, Red Sparks Kini Diremehkan di Liga Voli Korea 2025-2026

Red Sparks disebut tak akan menjadi favorit untuk meraih gelar juara di Liga Voli Korea 2025-2026. Tim asuhan Ko Hee-jin itu diprediksi akan kesulitan salah satunya karena tanpa sosok Megawati Hangestri.
Senin, 6 Oktober 2025 - 17:42 WIB
Megawati Hangestri dan pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin
Sumber :
  • KOVO

Jakarta, tvOnenews.com - Red Sparks disebut tak akan menjadi favorit untuk meraih gelar juara di Liga Voli Korea 2025-2026. Tim asuhan Ko Hee-jin itu diprediksi akan kesulitan salah satunya karena tanpa sosok Megawati Hangestri.

Ajang Liga Voli Korea 2025-2026 akan segera bergulir di mana laga perdana bakal berlangsung pada Sabtu (18/10/2025) mendatang. Ulangan laga final antara Pink Spiders vs Red Sparks akan menjad pembuka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski berstatus sebagai runner-up pada musim lalu, namun nyatanya Red Sparks kini tak difavoritkan sebagai salah satu kandidat peraih gelar juara musim ini. Apalagi adanya perubahan skuad yang bisa menjadi ujian tersendiri bagi mereka.

Red Sparks dipaksa harus merekrut pemain asing anyar yakni Elisa Zanette dan Wipawee Srithong, sebagai pengganti Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic yang memutuskan hengkang di akhir musim 2024-2025 lalu.

Megawati Hangestri yang menjadi andalan Red Sparks selama dua musim yakni pada 2023-2024 dan 2025-2026, mampu tampil gemilang. Ia mampu bekerja sama dengan dua pemain asing lainnya.

Pada musim debutnya, ia bekerja sama dengan Giovanna Milana (Amerika Serikat), dan mampu membawa Red Sparks untuk pertama kalinya dalam 7 tahun akhirnya lolos ke babak playoff.

Namun setelah Giovanna Milana hengkang, ia juga mampu bekerja sama dengan baik bersama Vanja Bukilic (Serbia). Walau berganti tandem, nyatanya ia mampu membawa Red Sparks lolos ke babak grand final sebelum akhirnya kalah dari Pink Spiders dengan agregat 2-3 di partai final.

Kehilangan pemain andalan serta diterpa musibah karena beberapa bintang mengalami cedera, maka tak heran musim ini menjadi ujian berat yang akan dihadapi oleh Red Sparks.

Media Korea Selatan, Newsis memberikan prediksi buruk untuk Red Sparks. Yakni mantan tim Megawati Hangestri itu tak lagi menjadi favorit perebutan gelar juara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Red Sparks yang impresif pada musim lalu juga mengalami penurunan skuad akibat kepergian Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic." tulis Newsis.

Newsis mengabarkan bahwa ada tiga tim yang diprediksi akan merajai turnamen musim ini. Ketiganya adalah IBK Altos, Expressway Hi-Pas dan GS Caltex.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT