News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Megawati Hangestri Ungkap Culture Shock Paling Mengejutkan Selama di Korea, Sampai Harus Adaptasi Ini ...

Megawati Hangestri Pertiwi, atlet voli Timnas Indonesia ini membagikan culture shock apa yang dialaminya selama berada di Korea, hal yang sangat jauh berbeda.
Senin, 11 Maret 2024 - 11:29 WIB
Megawati Hangestri Pertiwi ungkap culture shock selama berada di Korea.
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube The Korea Herald

tvOnenews.com - Megawati Hangestri Pertiwi, atlet voli yang kini berkiprah di Liga Voli Korea ini membagikan pengalamannya selama di Korea, apa hal culture shock yang dialaminya.

Megawati Hangestri Pertiwi, opposite hitter andalan klub Jung Kwan Jang Red Sparks yang kini sedang meraih tren positif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Megawati Hangestri didatangkan bersama Giovanna Milana dari Amerika Serikat untuk menjadi pemain asing Red Sparks di musim 2023/2024.

Megawati Hangestri dan Giovanna Milana. (KOVO)

Megatron (julukan Mega) terpilih melalui draft kuota pemain Asia, yang menjadi aturan baru yang diterapkan oleh Federasi Bola Voli Korea Selatan atau KOVO.

Mega bersama para pemain asian lainnya, di antaranya Pornpun Guedpard (IBK Altos), Reina Tokoku (Pink Spiders), dan Wipawee Srithong (Hyundai Hillstate), Mar-Jana Philips (AI Peppers). 

Mega jadi sorotan berbagai media ternama Korea sejak kedatangannya membela Red Sparks.

Kepopuleran Mega di Liga Voli Korea membuat SBS Sports melakukan liputan khusus selama satu jam terhadap pemain yang berposisi sebagai opposite hitter itu.

Dalam video fancam itu hanya fokus menyorot Megawati dan bagaimana persiapannya jelang pertandingan Red Sparks vs GS Caltex.

Media olahraga terbesar di Korea itu cukup sering memposting video tentang Megawati, seperti video terbaru saat Mega membawa Red Sparks meraih lima kemenangan beruntun.

Dalam video SBS Sports menampilkan foto Megawati di thumbnail-nya yang bertajuk 'Jung Kwan Jang bermimpi berbunga untuk pertama kalinya dalam 7 tahun'. 

Baru-baru ini media Korea melakukan wawancara terhadap atlet voli asal Jember tersebut.

Megawati Hangestri membagikan pengalaman culture shock (gegar budaya) selama awal-awal berada di Korea.

"Culture shock-nya itu aku sebagai orang Indonesia, santai orangnya, kesehariannya kan kayak santai, kalau di sini kan ppalli ppalli, semua kan?" ucapnya dilansir Youtube The Korea Herald

"Ini beneran orang (di sini) kayak begini? jadi awal-awal capek untuk mengikuti, 'kenapa sih harus cepat-cepat, kenapa sih semua itu terburu-buru,' jadi semuanya tuh ribet. Kalau santai kan bisa lebih leluasa," ujarnya.

Mega mengatakan masih terbawa suasana seperti di Indonesia, dan kemudian tinggal di Korea yang semuanya serba cepat.

"Tapi yaudah lah, namanya juga hidup di negara orang, mau nggak mau, harus mengikuti juga. Kita harus menghargai budaya mereka juga," jelasnya.


Megawati Hangestri bersama pemain Red Sparks. (intagram/redsparks)

Sebagai informasi, Ppali memiliki arti cepat dalam bahasa Indonesia, ungkapan tersebut banyak digunakan orang Korea untuk menyuruh seseorang melakukan sesuatu dengan cepat.

Budaya Korea sangat menerapkan Ppali dalam sehari-harinya, karena melakukan segala sesuatu dengan cepat, dan tidak bermalas-malasan.

Mega mengungkapkan apa keuntungan yang didapatkan dari adaptasi budaya di Korea yang serba cepat.

"Banyak sih, akhirnya aku menjalani keseharianku tuh dengan cepat, nggak menunda waktu, tidak mengulur waktu," tuturnya.

"Habis latihan, biasanya kan aku diem dulu. Sekarang ini habis latihan aku langsung mandi, beres-beres, jadi lebih banyak waktu untuk istirahat di kasur," tambahnya.

Menutup wawancaranya, Megawati memberikan sebuah pesan kepada para juniornya, atau pevoli muda yang ingin berkiprah di luar negeri.

"Tetap semangat dan bekerja keras, jangan lupa berdoa," katanya.

"Gagal hari ini nggak apa-apa, mungkin akan ada kesuksesan di depan sana yang menanti kamu. Jangan cepat putus asa, jangan cepat puas dengan hasil yang sekarang, atau mencapai hasil yang baik terus langsung puas, kamu akan jauh lebih baik lagi dari ini," tuturnya.

Ia juga menyarankan kepada para pevoli muda agar banyak menimba ilmu dan pengalaman di tempat lain,  keluar dari zona nyaman. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mengambil pengalaman dimanapun kamu berada, jang di satu tempat saja, bisa jadi di berbagai tempat bisa membantumu, bisa menjadi sorotan dan lebih terkenal dari tempat sebelumnya, lebih explore the world," tutupnya.

Selanjutnya, Megawati Hangestri akan kembali bertanding saat Red Sparks berlaga di laga kelima putaran keenam melawan AI Peppers pada Rabu (13/3/2024). (ind)

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT