Perbandingan Gaji Megawati Hangestri di Proliga vs V-League & Peluang Comeback di Era Baru KOVO
- instagram megawatihangestrip
Nama Megawati masih lekat dalam ingatan publik Korea, terutama saat membela Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
Pada musim pertamanya, ia mencetak 736 poin. Angka itu melonjak menjadi 802 poin di musim kedua, sekaligus mengantar Red Sparks melaju hingga final liga.

- Instagram @bjtmvolleyball
Media Korea, SBSNews, bahkan menyoroti masa depannya.
"Selanjutnya, pertanyaan terbesar adalah tim mana yang akan merekrut Megawati Pertiwi," melansir dari laporan SBS.
"Dia memimpin JungKwanJang ke final kejuaraan musim lalu, menjadi sorotan utama dalam V-League."
Rekam jejak tersebut membuatnya tetap menjadi komoditas panas. Dengan sistem agen bebas, negosiasi tak lagi bergantung pada proses seleksi tertutup. Klub bisa langsung mengamankan pemain incaran sesuai kebutuhan.
Jika melihat kebutuhan Red Sparks yang sempat kesulitan menjaga konsistensi setelah ditinggal pilar asing, peluang reuni bukan hal mustahil. Terlebih Megawati sudah memahami atmosfer kompetisi dan kultur tim.
Perbandingan Gaji: V-League vs Proliga 2026
Musim lalu di Korea, Megawati menerima 150 ribu dolar AS atau sekitar Rp2,4–2,5 miliar untuk satu musim kompetisi berdurasi sembilan bulan.
Jika dirata-ratakan, ia mengantongi sekitar Rp266 juta per bulan, belum termasuk bonus performa, gelar MVP, serta potensi endorsement.
Sebagai perbandingan, di Proliga 2026 bersama Jakarta Pertamina Enduro, sistem penggajian mengikuti regulasi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI).
Pemain kategori tertinggi seperti Megawati yang berstatus timnas dan berpengalaman internasional, diperkirakan menerima Rp75–125 juta per bulan atau sekitar Rp300–500 juta per musim, berdasarkan standar musim sebelumnya.

- KOVO
Artinya, dari sisi nominal murni, pendapatan di V-League hampir dua kali lipat lebih besar dibanding Proliga.
Meski demikian, faktor kenyamanan, kedekatan dengan keluarga, dan fleksibilitas jadwal juga menjadi pertimbangan penting.
Megawati sendiri sempat menyatakan alasannya kembali ke klub lamanya.
“Aku lahir di Proliga dengan JPE, terus nggak ada alasan (nolak) juga sih, karena free juga setiap tahunnya. Jadi mau ikut klub mana bisa,” ucap Mega.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa ia membuka opsi ke mana pun setiap musim. Dengan sistem agen bebas KOVO yang lebih fleksibel, peluang Megatron kembali ke Korea tetap realistis.
Load more