News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ditanya Soal Warga Korea yang Dikenal 'Rasis', Megawati Hangestri: Semenjak Main di Korea, Banyak Fans Mereka...

Megawati Hangestri berani jujur soal warga Korea Selatan yang dikenal rasis. Menurutnya, selama bermain dua musim di Red Sparks, banyak fans yang akhirnya 
Jumat, 23 Mei 2025 - 20:04 WIB
Megawati Hangestri saat masih berseragam Red Sparks.
Sumber :
  • Instagram/red__sparks

tvOnenews.com - Megawati Hangestri Pertiwi, pevoli asal Jember yang akrab disapa "Megatron", telah menorehkan prestasi gemilang selama dua musim bersama Daejeon Red Sparks di Liga Voli Korea Selatan

Namun, ia memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya dan kembali ke Indonesia. Keputusan ini diungkapkan dalam wawancaranya di podcast YouTube bersama Deddy Corbuzier.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama berkarier di Korea, Megawati mengaku mendapatkan perlakuan yang baik, meskipun ia mengenakan hijab.

"Aku di Red Sparks senang karena enjoy sebagai teman. Kita kalau main di luar negeri nggak bisa enak, kan," ujarnya. 

"Sebagai pemain pendatang, aku nggak ngerasain rasis dan dituntut lebih. Aku pikir nggak ada rasis, tapi semenjak main di Korea, banyak fans mereka yang menghormati aku karena aku berhijab. Kayak, 'misi aku boleh nggak izin sentuh kamu?'" sambungnya.

Statistik Megawati selama dua musim di Red Sparks sangat impresif. Pada musim 2023/2024, ia mencetak 736 poin dalam 35 pertandingan musim reguler dan 61 poin dalam tiga laga playoff. 

Musim berikutnya, 2024/2025, ia meningkatkan performanya dengan mencetak 802 poin dalam 32 pertandingan musim reguler dan total 1.020 poin sepanjang musim, termasuk 218 poin di fase championship. 

Tingkat keberhasilan serangannya mencapai 48,06%, tertinggi dalam sejarah V-League sejak musim 2014/2015.

Meskipun tampil cemerlang, Megawati memutuskan untuk tidak melanjutkan kontraknya dengan Red Sparks.

"Aku kepikiran selama main di Korea kalau aku bagus, ya, main kalau nggak, ya, nggak dimainin lagi. Aku yang nggak mau lanjut sama Red Sparks. Hidup itu pilihan," ungkapnya.

Megawati Hangestri
Megawati Hangestri
Sumber :
  • YouTube - Deddy Corbuzier

 

Keputusan Megawati untuk berhijab selama bermain di Korea Selatan menjadi sorotan positif. 

Di tengah isu rasisme yang kerap muncul di negara tersebut, Megawati justru merasakan penghormatan dari para penggemar. 

Hal ini menunjukkan bahwa prestasi dan sikap profesional dapat mengatasi stereotip negatif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Megawati juga berhasil membawa Red Sparks mencapai final Liga Voli Korea 2024/2025, meskipun akhirnya harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Pink Spiders. 

Dalam lima pertandingan final, Megawati mencetak total 153 poin, menjadikannya top skor babak final.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT