News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Mau Tutupi Lagi, Ko Hee-jin Ungkap Biang Kerok Red Sparks Tumbang Lawan Pink Spiders di Laga Final Liga Voli Korea: Pergerakan Mereka....

Ko Hee-jin tak ingin Red Sparks terpuruk terlalu lama dan menegaskan bahwa mereka akan mempersiapkan diri lebih baik. Namun Megawati Hangestri dkk
Kamis, 3 April 2025 - 23:42 WIB
Ko Hee-jin
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Pelatih Daejeon JungKwanJang Red Sparks, Ko Hee-jin, mengungkap alasan di balik kekalahan timnya dari Pink Spiders pada leg pertama Final Liga Voli Korea Selatan 2024-2025. 

Meski harus menelan hasil pahit, ia bertekad untuk bangkit dan membalas kekalahan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Red Sparks mengalami kekalahan telak saat bertandang ke markas Pink Spiders di Samsan World Gymnasium, Incheon, pada Senin (31/3/2025). 

Megawati Hangestri dan rekan-rekannya tak mampu mengimbangi permainan lawan dan harus menyerah dengan skor 0-3 (21-25, 22-25, 19-25).

Ko Hee-jin tak ingin timnya terpuruk terlalu lama dan menegaskan bahwa mereka akan mempersiapkan diri lebih baik untuk laga selanjutnya.

“Kami akan berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin agar pertandingan berikutnya bisa lebih baik dari hari ini,” ujar Ko, dikutip dari The Spike, Selasa (1/4/2025).

Leg kedua final akan kembali berlangsung di kandang Pink Spiders, Samsan World Gymnasium, Incheon, pada Rabu (2/4/2025). 

Ko pun menyoroti faktor utama yang membuat timnya gagal tampil maksimal pada laga pertama, yaitu kelelahan yang masih dirasakan para pemainnya.

"Para pemain terlihat kelelahan secara fisik. Pergerakan mereka mencerminkan hal itu," kata Ko.

“Tampaknya dampak dari pertandingan hingga gim ketiga di babak playoff masih terasa,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Red Sparks harus menjalani tiga pertandingan berat melawan Hyundai Hillstate di babak playoff sebelum memastikan tiket final. 

Pada laga penentuan yang berlangsung Sabtu (29/3/2025), Megawati dkk. menang dengan skor 3-1 (26-24, 12-25, 25-19, 25-20), yang membuat mereka hanya memiliki waktu istirahat sekitar dua hari sebelum melawan Pink Spiders.

Di sisi lain, Pink Spiders memiliki waktu pemulihan lebih lama, yang memungkinkan mereka tampil lebih segar dalam pertandingan final. 

Hal ini berpengaruh besar terhadap hasil pertandingan, di mana Megawati dan kolega kesulitan menandingi intensitas permainan lawan.

Dalam laga tersebut, Megawati sebagai andalan serangan Red Sparks tidak mampu tampil maksimal. 

Meski mencatatkan beberapa poin penting, tekanan dari lini pertahanan Pink Spiders membuat serangannya tidak setajam biasanya. 

Megawati Hangestri
Megawati Hangestri
Sumber :
  • KOVO

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Selain itu, koordinasi tim Red Sparks juga terlihat kurang solid akibat kelelahan yang menumpuk.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT