News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Komdis Beban Berat Ketum PSSI Erick Thohir

Sebelum pertandingan borneo fc vs madura united, ternyata bus madura united mengalami teror yg dilakukan oleh pendukung borneo fc.
Senin, 20 Mei 2024 - 09:26 WIB
Budi Setiawan, Founder Football Institute
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Sebelum pertandingan borneo fc vs madura united, ternyata bus madura united mengalami teror yg dilakukan oleh pendukung borneo fc. Bus dilempari batu dan telur, bahkan dalam sebuah dokumentasi petugas polisi hanya mentertawai aksi anarkis yg dilakukan oleh pendukung borneo. Pasca pertandingan, dimana madura berhasil menang 2-3 atas borneo, pemain madura bahkan harus menaiki mobil ratis yg disiapkan oleh pihak keamanan

Tentu kita semua menunggu sidang komdis atas kejadian ini, meskipun kita paham komdis termasuk lemot dalam mengambil keputusan dalam kejadian yg krusial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengapa saya katakan komdis ini beban buat pssi? Karena Butuh 8 bulan bagi komdis pssi untuk memutuskan atau menghukum soal pungli wasit yang terjadi pada bulan Juli 2023. Komdis baru mengeluarkan putusan atau menghukum para wasit pelaku pungli pada bulan April 2024.

Satgas anti mafia bola polri pada tanggal 27 september 2023 mengumumkan penetapan tersangka 4 wasit pertandingan PSS Sleman vs Madura FC tahun 2018. Namu saat itu Komdis belum juga bersidang atau memutus perkara. 

Pengadilan Negeri Sleman pada bulan Maret 2023 sudah mengeluarkan putusan terhadap  delapan orang tersangka yang diserahkan adalah VW (Vigit Waluyo) sebagai runner, Kartiko Mustikaningtiyas (47), Rumadi dan Dewanto Rahatmoyo Nugroho (37), yang merupakan pihak pemberi suap mereka mewakili PSS Sleman. Kemudian, Khairudin (35), Reza Pahlevi (45), Agung Setiawan (37), dan Ratawi selaku penerima suap dari pihak wasit.

tvonenews

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak Maret 2024 hingga Mei 2024 Komdis juga belum bersidang dan/atau memutus perkara mengenai hukuman sepakbola bagi para pelaku match fixing. 

Jika dulu Juventus terkena skandal calciopoly, juventus kena hukuman denda dan degradasi. Lalu bagaimana Nasib PSS Sleman yang pengurus klubnya terbukti bersalah di mata hukum? Berani dan punya moral gak komdis untuk menghukum DEGRADASI PSS SLEMAN karena sudah secara hukum, sah dan meyakinkan melakukan match fixing??(chm)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT