Salat Dhuha, Ibadah Sunnah yang jadi Salah Satu Wasiat Rasulullah
- pexels
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Abdil A'la Al Bashri telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' dari Nahas bin Qahm dari Syaddad Abu 'Ammar dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang selalu menjaga raka'at dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walaupun seperti buih di lautan." Abu Isa berkata, hadits ini juga telah diriwayatkan Waki' dan Nadlr bin Syumail serta tidak cuma satu orang dari para ulama hadits dari Nahs bin Qahm, kami tidak mengetahui (hadits yang lain) kecuali dari haditsnya, (HR at- Tirmidzi).
(pexels)
Salat Dhuha Salah Satu dari Tiga Wasiat Rasul
Imam Durori dalam bukunya juga menjelaskan bahwa sahabat Abu Hurairah rodhiyallahu 'anhu diwasiati oleh Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam untuk selalu mengerjakan tiga hal, yang salah satunya adalah untuk mengerjakan salat dhuha.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : «أوصاني خليلي صلى الله عليه وسلم بثلاث : ميام ثلاثة أيام من كل شهر، ركعتين الصحي، و أن أوتر قبل أن أزقد» [رواه البخاري
ومسلم)
Baca: 'An Abii Huroerota rodhiyallahu 'anhu qoola: Aoshoonli kholili sholIAllahu 'alaihi wasallam bi tlalaatsin: Shiyaamu tsalaatsati ayyaamin ming kull syahrin, rok'ataenidhdhuhaa, wa an aotiro qobla an arquda. (Rowaahul Bukhooriy wa Muslim).
Artinya:
"Dari Abu Huroerota radhiyallahu 'anhu la berkata: Aku diwasiati oleh kekasihku shollallahu 'alaihi wasallam untuk mengerjakan tiga hal, yaitu: puasa tiga hari setiap bulannya, shalat dhuha dua raka'at, dan shalat witir sebelum tidur" (HR. al-Bukhari dan Muslim).
(envato element)
Jumlah Rakaat Salat Dhuha
Salat dhuha dikerjakan seperti shalat-shalat sunnah lainnya, yakni dua rakaat kemudian salam. Dari beberapa hadits yang populer dalam kaitan jumlah rakaat dari shalat dhuha ditulis bahwa Baginda Nabi Muhammad SAW terkadang shalat dhuha sebanyak 4 rakaat, dan terkadang 8 rakaat.
Hadits yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW mengerjakan salat dhuha 4 rakaat, adalah HR Muslim, sebagaimana penuturan Sayyidatuna 'Aisyah rodhiyallahu 'anha sebagai berikut :
Load more