Berkaca dari Lucinta Luna, Buya Yahya Bicara Nasib Sudah Dioperasi Jadi Wanita Kembali ke Kodrat sebagai Pria
- Kolase tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV & Instagram/@lucintaluna_manjalita
Jakarta, tvOnenews.com - Ulama kharismatik KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya mendapat pertanyaan mengejutkan. Seorang jemaah seolah membicarakan tentang nasib selebgram Lucinta Luna.
Pasalnya, Lucinta Luna menggetarkan publik pada Lebaran 2026. Di Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, ia yang sudah operasi demi berpenampilan wanita memutuskan kembali sebagai Muhammad Fatah.
Lucinta Luna mempunyai alasan shalat Ied di saf laki-laki di sebuah masjid di Korea Selatan. Ia bertaubat dan ingin kembali kodrat sebagai pria.
Dalam program Butik Haji Igun di C8 Podcast, Lucinta disinggung soal keinginan operasi alat kelamin dan fisiknya agar kembali normal seperti pria. Lucinta pasrah pada nasibnya yang sudah menjadi perempuan.
Fenomena yang terjadi pada Lucinta Luna terdengar Buya Yahya. Meski seorang jemaah tidak spesifik menyebut Lucinta, namun pertanyaan itu diapresiasi oleh sang ulama.
"Saya ingin bertanya, baru-baru ini di media sosial, ada kabar bahwa seorang pria yang dulu pernah mengubah dirinya menjadi wanita, kini bertaubat. Dia yang dulu menjalani hidup dengan menjadi wanita dari segi gaya dan penampilan, bahkan mengubah jenis kelaminnya menjadi perempuan baru-baru ini menyatakan akan kembali menjalani hidupnya menjadi seorang pria," ujar seorang jemaah Buya Yahya dilansir dari Al-Bahjah TV, Rabu (15/4/2026).
Buya Yahya kemudian ditanya terkait nasib kondisi fisik maupun alat kelamin yang sudah diubah menjadi wanita agar kembali seperti pria. Untuk membutuhkan hal itu, harus menjalani operasi berkali-kali demi mewujudkan jalan taubatnya.
"Apakah dia harus melakukan operasi lagi? Di sisi lain banyak netizen yang mendukungnya, tapi tidak sedikit juga yang nyinyir dengan apa yang dia putuskan itu," lanjut jemaah Buya Yahya.
Penjelasan Buya Yahya soal Keputusan Lucinta Luna
- tangkapan layar YouTube Buya Yahya
Buya Yahya menyebut pertanyaan ini sangat menggetarkan dirinya. Ia mengatakan bahwa, keputusan tersebut merupakan sesuatu yang dahsyat.
Menurut Buya Yahya, langkah kembali ke kodrat sebagai pria sebagai keputusan besar bertaubat untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
"Luar biasa jika seorang hamba dirindukan untuk bertaubat. Orang bertaubat itu dahsyat," kata Buya Yahya.
Pengasuh LPD Al-Bahjah, Cirebon itu menuturkan kabar yang diungkap oleh Nabi Muhammad SAW. Ia mengutip ucapan Rasulullah SAW tentang hambat yang bertaubat kepada Allah SWT.
"Bahkan, nanti ada kabar gembira dari Baginda Nabi, kalau serius dalam taubatnya, orang bertaubat dari dosa seperti tidak pernah punya dosa," terangnya.
Apa Saja Jenis Taubat?
Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan jenis taubat. Ia mengungkapkan orang yang bertaubat biasanya mengacu pada dua macam.
Ia mengambil contoh taubat dari minuman keras (miras). Di dalamnya, terdapat beberapa jenis yang mengarahkan seseorang kembali ke jalan Allah SWT.
"Pertama adalah misalnya bertaubat dari minuman keras karena dia sakit malah nggak boleh minum lagi. Sudah lumayan dia, cuma tingkatnya adalah tingkat kedua, dia sudah tidak bisa minum karena sakit, lalu dia bertaubat. Berarti, taubatnya pakai sakit," tuturnya.
Ia menjelaskan contoh keputusan bertaubat di tengah kecanduan miras. Ia menyebut fenomena ini selaras dengan langkah diambil oleh selebgram tersebut.
"Ini dahsyat, luar biasa, termasuk kalau yang disebutkan itu adalah bukan dian lagi runtuh prestasinya, runtuh kariernya, tidak," jelasnya.
Berkaca dari Lucinta Luna, keputusan bertaubat untuk kembali ke kodratnya tidak terjadi di saat penurunan kariernya dalam dunia entertainment. Namun langkah ini diambil di tengah kestabilan kariernya.
Buya Yahya melihat keputusan tersebut sudah sangat tepat. Ada upaya untuk kembali mendapat derajatnya yang telah lama hilang.
"Di saat dia masih dikenal dan seterusnya, ternyata dia menuju taubat, dahsyat ya, agung banget, luar biasa. Allah Maha Kasih. Begitulah kalau Allah mengangkat derajat hamba-Nya dikembalikan dari suatu yang tidak baik menjadi baik," puji Buya Yahya.
Buya Yahya justru mendukung upaya bertaubat dilakukan Lucinta Luna dapat ditiru oleh banyak orang. Ia meyakini setiap yang menyesal atas perbuatan dosanya pasti akan mendapat ampunan dari Allah SWT.
Nasib Kondisi Fisik dan Alat Kelamin yang Sudah Diubah
Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan soal nasib kondisi fisik dan alat kelamin pria yang sudah diubah menjadi perempuan. Proses tersebut terjadi melalui tindakan operasi secara berkali-kali.
Jika mengacu dari Lucinta Luna, operasi mengubah bentuk fisik dan alat kelamin berlangsung di Rumahh Sakit Rajyindee, Thailand pada 2016. Bukti operasi ini tercatat dalam surat keterangan dokter dengan nomor (A81) 5904240064 tanggal 27 April 2016 atas nama Muhammad Fatah.
Kemudian, Lucinta Luna mengubah identitas KTP dan Kartu Keluarga (KK). Ia mengganti nama menjadi Ayluna Putri usai mengajukan permohonan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 22 November 2019.
Setelah beberapa tahun berjalan, Lucinta Luna tidak tenang. Ia kembali memutuskan untuk menjadi Muhammad Fatah yang seharusnya hal itu sulit terjadi lantaran harus membutuhkan operasi mengembalikan fisik dan alat kelaminnya seperti semula.
Buya Yahya memahami hal itu. Namun dengan bertaubat secara sungguh-sungguh, keputusan tersebut sudah cukup lantaran jarang bisa dilakukan banyak orang terutama bagi yang di tengah bangga bisa menjadi transgender.
"Bisa jadi dia lebih bagus daripada kita semua yang selama ini mungkin sok suci. Karena bertaubat itu berat bagi orang-orang misalnya yang bukan dalam keadaan runtuh," paparnya.
"Dan mungkin tadi disebutkan prosesnya itu pakai operasi berkali-kali butuh duit banyak dan sebagainya. Akan tetapi, ternyata dengan kelegaan Allah pilih dia untuk bertaubat, itu dahsyat," lanjutnya dengan tegas.
Buya Yahya juga menegaskan bahwa, jika memberatkan sebaiknya tidak perlu operasi mengembalikan kondisi semula. Ia justru lebih menekankan uangnya bisa dialihkan untuk hal-hal bermanfaat.
"Bisa membantu fakir miiskin dan lain sebagainya. Tidak perlu melakukan operasi-operasi lagi, cukuplah dia dengan Allah, selesai," tukasnya.
(hap)
Load more