GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penderita Asam Lambung Menahun Tak Sanggup Puasa, Bolehkah Diganti dengan Bayar Fidyah?

Penderita asam lambung menahun hingga tak sanggup berpuasa, bolehkah mengganti puasa Ramadhan dengan bayar fidyah? Simak penjelasan Buya Yahya.
Kamis, 19 Februari 2026 - 05:00 WIB
Ilustrasi asam lambung
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Setiap Ramadhan, tidak sedikit umat Muslim yang dihadapkan pada dilema kesehatan saat menjalankan ibadah puasa

Salah satunya adalah penderita asam lambung menahun yang kerap mengalami kekambuhan ketika perut kosong dalam waktu lama. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi ini seringkali membuat seseorang ragu, apakah tetap harus memaksakan diri berpuasa atau justru boleh menggantinya dengan fidyah?

Pertanyaan semacam ini sebenarnya cukup sering muncul di tengah masyarakat. 

Apalagi bagi mereka yang sudah bertahun-tahun mengalami gangguan lambung hingga merasa tidak sanggup menahan puasa seharian penuh. 

Lantas, bagaimana pandangan Islam dalam menyikapi kondisi tersebut?

Potret Buya Yahya
Potret Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV

Dalam salah satu kajiannya, Buya Yahya menjelaskan bahwa hal pertama yang perlu dipahami adalah status seseorang yang sedang sakit.

"Pertama yang harus dipahami, Anda itu sakit, maka Anda tidak wajib berpuasa. Ketika Anda tidak berpuasa, Anda tidak perlu merasa berdosa," ujar Buya Yahya, dilansir dari YouTube Al-Bahjah TV.

Artinya, seseorang yang benar-benar memiliki kondisi medis tertentu seperti asam lambung kronis tidak perlu memaksakan diri untuk tetap berpuasa apabila hal tersebut justru membahayakan kesehatannya.

Terkait dengan kewajiban membayar fidyah, beliau menegaskan bahwa keputusan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

"Kemudian membayar fidyah, itu Anda yang lebih tahu," lanjutnya.

Ilustrasi Seseorang sedang Alami Asam Lambung
Ilustrasi Seseorang sedang Alami Asam Lambung
Sumber :
  • Istimewa/istockphoto.com

Secara umum, fidyah memang diperuntukkan bagi golongan tertentu yang tidak mampu menjalankan puasa dan tidak memiliki kesempatan untuk menggantinya di kemudian hari.

Buya Yahya memberikan contoh, salah satunya adalah orang tua renta yang sudah lemah dan tidak sanggup berpuasa, maka boleh membayar fidyah.

"Jadi yang wajib membayar fidyah itu di antaranya orang tua yang lemah yang tidak berpuasa, dan sekaligus hari itu juga saat dia tidak berpuasa, dia membayar fidyah," ujarnya.

Hal ini berlaku karena kondisi fisik lansia yang tidak memungkinkan untuk kembali kuat di masa mendatang.

"Membayar fidyah ini karena orang tua ini nggak akan bisa muda lagi untuk mengqadha," tambahnya.

Berbeda dengan seseorang yang masih memiliki harapan sembuh melalui pengobatan medis. Dalam kondisi tersebut, kewajiban fidyah belum berlaku.

"Kalau masih muda, lalu ada harapan sembuh karena pengobatan, nggak perlu bayar fidyah," kata Buya Yahya.

"Catat aja utang Anda," lanjutnya.

Namun jika berdasarkan keterangan dokter penyakit yang diderita tidak memiliki peluang untuk sembuh, maka fidyah dapat menjadi pengganti puasa.

"Kecuali menurut dokter tidak ada harapan sembuh. Makanya yang kedua yang membayar fidyah adalah orang sakit yang tidak ada harapan sembuh medis," terang Buya Yahya.

Dalam situasi seperti itu, seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya dengan fidyah sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.

"Di saat seperti itu boleh berbuka puasa, setelah itu ganti setiap hari dengan fidyah," sambungnya.

Meski demikian, Buya Yahya juga mengingatkan bahwa fidyah bukanlah pilihan bagi mereka yang sebenarnya mampu berpuasa namun memilih untuk tidak melaksanakannya.

"Maka nggak boleh orang kaya yang malas puasa, akhirnya milih bayar fidyah saja," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan memahami ketentuan ini, penderita asam lambung menahun diharapkan dapat mengambil keputusan yang tepat sesuai kondisi kesehatannya. 

Islam memberikan keringanan bagi yang benar-benar memiliki uzur, namun tetap menjaga agar ibadah puasa tidak ditinggalkan tanpa alasan yang dibenarkan secara syariat. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kejati Sumsel Tahan Dua Eks Pejabat PT Semen Baturaja, Kasus Distribusi Rugikan Perusahaan Rp 74,3 Miliar

Kejati Sumsel Tahan Dua Eks Pejabat PT Semen Baturaja, Kasus Distribusi Rugikan Perusahaan Rp 74,3 Miliar

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) kembali melakukan penahanan terhadap dua tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi keg
Loalah, Pelatih Bulgaria Ternyata Fasih Berbahasa Indonesia, Ini Rekam Jejaknya bersama Persija, Persipura, hingga Timnas

Loalah, Pelatih Bulgaria Ternyata Fasih Berbahasa Indonesia, Ini Rekam Jejaknya bersama Persija, Persipura, hingga Timnas

Kehadiran Timnas Bulgaria di ajang FIFA Series 2026 di Indonesia membawa cerita tersendiri. Sosok pelatihnya Aleksandar Dimitrov bukan nama asing bagi publik ..
Sehebat Apa Kiper Keturunan Surabaya Ini sampai jadi Buah Bibir jelang FIFA Series?

Sehebat Apa Kiper Keturunan Surabaya Ini sampai jadi Buah Bibir jelang FIFA Series?

Penjaga gawang muda milik FC Volendam Kayne van Oevelen menjadi perbincangan publik sepak bola Indonesia menjelang FIFA Series. Kiper berdarah Surabaya itu di-
Pendapat Jujur Pelatih Bulgaria soal Timnas Indonesia dan Strateginya Kalahkan John Herdman

Pendapat Jujur Pelatih Bulgaria soal Timnas Indonesia dan Strateginya Kalahkan John Herdman

Pelatih Timnas Bulgaria Aleksandar Dimitrov memberikan apresiasi terhadap Timnas Indonesia yang akan menjadi tuan rumah ajang FIFA Series pada Maret 2026 ... -
Alex Marquez Blak-blakan Jelang MotoGP 2026: Tak Banyak yang Tahu Cara Kalahkan Marc!

Alex Marquez Blak-blakan Jelang MotoGP 2026: Tak Banyak yang Tahu Cara Kalahkan Marc!

Alex Marquez menilai belum banyak pembalap yang mengetahui cara untuk mengalahkan Marc Marquez di lintasan.
Obat Segala Penyakit Dibongkar dr Zaidul Akbar: Ternyata Bukan Dimulai dari Raga

Obat Segala Penyakit Dibongkar dr Zaidul Akbar: Ternyata Bukan Dimulai dari Raga

Dr Zaidul Akbar bongkar obat dari segala penyakit, ternyata bukan dimulai dari raga, simak penjelasannya berikut ini.

Trending

Kota Nagi Larantuka Bakal Memiliki Kantor Imigrasi, Saroha: Ini Berperan Penting untuk Memberi Perlindungan PMI

Kota Nagi Larantuka Bakal Memiliki Kantor Imigrasi, Saroha: Ini Berperan Penting untuk Memberi Perlindungan PMI

Pemda Kabupaten Flores Timur bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur merencanakan pembentukan Kantor Imigrasi di Nagi Larantuka
Sirkuit Phillip Resmi Dicoret dari Kalender MotoGP 2027, Casey Stoner Buka Suara

Sirkuit Phillip Resmi Dicoret dari Kalender MotoGP 2027, Casey Stoner Buka Suara

Keputusan MotoGP untuk memindahkan Grand Prix Australia dari Grand Prix Australia di Sirkuit Phillip Island ke Adelaide Street Circuit mulai musim 2027 menuai gelombang kritik. 
Kasus Bullying Siswa ABK di Surabaya, DPRD Dorong Pembentukan Kelas Khusus

Kasus Bullying Siswa ABK di Surabaya, DPRD Dorong Pembentukan Kelas Khusus

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, menyoroti kasus dugaan perundungan yang dialami AM (16), siswa inklusi atau anak berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah menegah kejurusan di kawasan Wonokromo, Surabaya.
Kenapa Dianjurkan Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat? Ustaz Khalid Basalamah Ungkap Keutamaan dan Kisah di Baliknya

Kenapa Dianjurkan Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat? Ustaz Khalid Basalamah Ungkap Keutamaan dan Kisah di Baliknya

Kenapa umat Muslim disunnahkan membawa Surah Al-Kahfi setiap hari Jumat? Ustaz Khalid Basalamah ungkap keutamaan dan kisah di baliknya.
AKBP Didik Putra Kuncoro Langsung Ditahan Bareskrim Polri Usai Resmi Dipecat

AKBP Didik Putra Kuncoro Langsung Ditahan Bareskrim Polri Usai Resmi Dipecat

Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro langsung ditahan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri usai dijatuhi putusan pemecatan dari Polri.
Polemik Lapak Penjual Daging, Pemerintah Kota Medan Diminta Fasilitasi Langkah Mediasi

Polemik Lapak Penjual Daging, Pemerintah Kota Medan Diminta Fasilitasi Langkah Mediasi

Polemik lapak penjual daging babi di Kota Medan menyeruak usai adanya permintaan penertiban oleh sejumlah pihak.
Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 hari ini, yang akan diramaikan dengan duel seru di sektor putri antara Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata yang akan menjadi pembuka di Seri Bogor.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT