Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Ramadhan sebagai Momentum Membangun Madrasah Iman dan Takwa
- Ilustrasi AI
Jakarta, tvOnenews.com - Ramadhan merupakan bulan istimewa dalam agama Islam. Kesucian bulan Ramadhan ditandai dengan memenuhi kewajiban puasa dan meningkatkan amalan khusus.
Bulan Ramadhan tidak sekadar momentum menahan lapar dan dahaga saja, tetapi juga menjadi bentuk madrasah atau pendidikan besar agar umat Muslim meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.
Hal tersulit bahkan menjadi tantangan besar bagaimana orang mukmin meraih iman dan takwa. Ada banyak rintangan selama di Bulan Suci Ramadhan.
Tim tvOnenews.com merekomendasikan teks khutbah Jumat singkat yang menarik. Tema pembahasan di pelaksanaan shalat Jumat, 13 Februari 2026, bertajuk "Ramadhan sebagai Momentum Membangun Madrasah Iman dan Takwa".
Teks Khutbah Jumat: Ramadhan sebagai Momentum Membangun Madrasah Iman dan Takwa

- ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Sidang Jumat dimuliakan Allah,
Pertama-tama, hendaklah kita mengucapkan Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah melimpahkan nikmat iman dan Islam, sehingga kita dapat berkumpul dan kesempatan bertemu dengan Bulan Suci Ramadhan.
Tak lupa, marilah kita senantiasa menggetarkan shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah sosok suri teladan terbaik dalam ketakwaan dan kedalaman spiritual.
Jemaah Jumat yang dirahmati Allah,
Sebagaimana diketahui, beberapa hari lagi kita akan kembali menghadapi Ramadhan. Ramadhan pada kali ini telah memasuki tahun 1447 Hijriah.
Dengan hitungan beberapa hari lagi Ramadhan semakin mendekati kita, semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melimpahkan keberkahan berupa rezeki hingga umur dalam menyambut bulan suci.
Di semasa hidupnya, Rasulullah SAW pernah mengabarkan kepada para sahabatnya dengan gembira terkait keistimewaan kedatangan Ramadhan. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah RA, begini bunyinya:
ِ«قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ»
Artinya: "Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh keberkahan. Allah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa di dalamnya. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa saja yang terhalang dari kebaikan malam itu, sungguh ia benar-benar terhalang dari kebaikan yang besar." (HR. An-Nasa'i & Imam Ahmad)
Keistimewaan Ramadhan menjadi momentum terbaik di mana pintu surga dibuka selebar-lebarnya, pintu neraka ditutup rapat, serta setan dibelenggu. Penjelasan ini telah tercatat dalam sebuah hadis riwayat shahih.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Dari hadis-hadis tersebut, sebenarnya apa hikmah dan buah besar dari ibadah puasa di bulan Ramadhan? Dalam dalil Al-Quran melalui Surat Al-Baqarah Ayat 183 menerangkan keutamaan menjalankan kewajiban puasa sebagaimana meningkatkan iman dan takwa, Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah, 2:183)
Dalam tafsir ayat ini sudah sangat jelas, Allah SWT menegaskan kehadiran bulan Ramadhan tidak sekadar menahan lapar dan dahhaga, melainkan sebagai momentum atau waktu terbaik madrasah iman dan takwa.
Ibaratnya, Ramadhan menjadi salah satu bagian sekolah kehidupan. Hal ini bertujuan agar karakter spiritual semakin terbentuk dengan kuat dan teguh.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Dalam konteks madrasah ruhaniyah, puasa di bulan Ramadhan memberikan latihan keras kepada kita bagaimana terus mengevaluasi diri.
Cara yang umum namun sulit dilaksanakan adalah membentuk kedisiplinan ibadah. Menahan hawa nafsu tidak sekadar lewat fisik, melainkan batin atau self control, kesabaran, kepasrahan, dan keikhlasan kepada Allah SWT.
Cara-cara tersebut menjadi bagian pendidikan spiritual selama di Bulan Suci Ramadhan. Akan tapi, puasa adalah ibadah yang bersifat rahasia, apa pun kondisinya hanya seorang hamba dengan Rabb-nya yang mengetahuinya.
Dalam hadis riwayat qudsi dari Imam Bukhari dan Imam Muslim, Allah SWT berfirman:
ِ«إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، إِنَّهُ تَرَكَ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ وَشَرَابَهُ مِنْ أَجْلِي»
Artinya: "Semua amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia meninggalkan syahwatnya, makanannya, dan minumannya karena Aku." (HR. Bukhari & Muslim)
Melalui hadis ini, menunjukkan bahwa puasa adalah ladang pahala besar, meningkatkan ketakwaan hingga melembutkan hati seorang hamba yang benar-benar ikhlas hanya untuk Allah SWT.
Ibadallah,
Ada beberapa hal menjadi pondasi kuat di bulan Ramadhan, antara lain:
1. Tilawah & Tadabbur Al-Quran
Melalui pemaparan Surat Al-Baqarah Ayat 185, Ramadhan merupakan syahrul Quran. Pada bulan ini, Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT agar hamba-Nya mendapat kesempatan membacanya secara intensif.
2. Shalat Tarawih & Qiyamul Lail
Ibadah malam merupakan salah satu sarana penting di bulan Ramadhan. Orang mukmin yang mengerjakan shalat Tarawih dan Qiyamul Lail menjadi momentum terbaik meningkatkan keimanan dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
3. Sedekah & Kepedulian Sosial
Melalui salah satu hadis riwayat Imam Bukhari, puasa di bulan Ramadhan, menjadi momentum agar terus menumbuhkan empati terkhusus kepada fakir miskin. Selain itu, kita dapat meningkatkan sikap dermawan lewat sedekah dan kepedulian sosial.
Khutbah II
Saudaraku jemaah shalat Jumat dikaruniai Allah,
Demikianlah khutbah pertama disampaikan pada kesempatan hari ini. Kita berharap dengan pertemuan ini menjadi momentum refleksi diri dalam menyambut Ramadhan.
Tantangan kita setelah Ramadhan nanti tidak sekadar kembali melakukan aktivitas biasa, namun bagaimana caranya tetap mempertahankan kualitas iman, ketaatan, akhlak mulia, dan takwa kepada Allah SWT di sepanjang tahun.
Keberhasilan kita menerapkan madrasah bulan Ramadhan tidak hanya melihat dari hasil ibadah puasa dan amal ibadah lainnya. Namun, kesuksesannya terlihat dari perubahan perilaku yang istiqomah mempertahankan madrasah di bulan suci ini.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'aka menerima puasa, shalat sunnah Qiyamul Lail, sedekah, tilawah dan membaca Al-Quran, serta berbagai amal ibadah lainnya yang terlaksana di bulan Ramadhan. Tujuannya agar kita masuk golongan hamba-Nya yang bertakwa. Aamiin ya Rabbal Aalamiin.
Penutup Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامَنَا صِيَامَ الصَّائِمِينَ، وَقِيَامَنَا قِيَامَ الْقَائِمِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ.
Artinya: "Ya Allah, jadikan puasa kami seperti puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa, dan shalat kami seperti shalat orang-orang yang benar-benar berdiri, dan jadikan kami termasuk orang-orang yang bertakwa."
(hap)
Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, Muhammadiyah, Rumaysho, Pusat Literasi dan Karya Penghulu Indonesia, kitab Ahadits Mu'allalah, hal. 422.
Load more