Doa Awal Ramadhan Menurut Ajaran Nabi Muhammad, Tingkatkan Keimanan!
- Pexels/Thirdman
tvOnenews.com - Bulan Ramadhan adalah waktu yang paling dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia.
Bulan penuh berkah ini menjadi momen istimewa untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak ibadah, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menyambut datangnya Ramadhan 2026, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual.
Salah satu bentuk persiapan yang diajarkan dalam Islam adalah memperbanyak doa, termasuk doa awal Ramadhan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Berikut adalah doa awal Ramadhan yang diajarkan Rasulullah saw

- Pexels/timur-weber
Doa Rasulullah saw riwayat Imam At-Thabarani dan Imam Ad-Dailami:
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ
Allāhumma sallimnī li Ramadhāna, wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī.
Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) Bulan Ramadhan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di Bulan Ramadhan.”
Melansir dari NU Online, doa ini dikutip oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam karyanya Ithafu Ahlil Islam bi Khususiyatis Shiyam [Madinah, Maktabah At-Thayyibah: tanpa catatan tahun], halaman 108.
Kemudian, terjemahan dari doa ini didasarkan atas catatan kecil atau syarah singkat dari hadits tersebut.
وأخرج: أنه صلى الله عليه وسلم كَانَ يقول إذا دخل شهر رمضان اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ
Artinya: “Rasulullah saw bila telah masuk Bulan Ramadhan berdoa, ‘Allāhumma sallimnī li Ramadhāna, wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī,'' (HR At-Thabarani dan Ad-Dailami).
Doa permohonan Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud:
هِلالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ مرتين، آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَكَ ثَلاث مرات، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا ، وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا
Hilālu rusydin wa khairin (2 kali), āmantu bil ladzī khalaqaka, (3 kali), alhamdulillāhil ladzī dzahaba bi syahri kadzā, wa jā’a bi syahri kadzā.
Artinya: “Bulan petunjuk dan kebaikan (2 kali). Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu (3 kali). Segala puji bagi Allah yang menghilangkan bulan itu, dan mendatangkan bulan ini.” (HR Abu Dawud).
Hadits tentang doa setelah Rasulullah SAW melihat hilal diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
Hadits ini kemudian dikutip oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Ithafu Ahlil Islam bi Khususiyatis Shiyam pada halaman 109.
Dalam kitab tersebut, hadits ini masuk dalam pembahasan zikir-zikir yang dianjurkan untuk dibaca ketika melihat bulan atau saat rukyatul hilal.
اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَظِيْمِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمحَشْرِ
Allāhu akbaru, lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīmi. Allāhumma innī as’aluka khaira hādzas syahri, wa a‘ūdzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.
Artinya: “Allah Mahabesar. Tiada daya dan upaya kecuali berkat pertolongan Allah yang Mahaagung. Aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini (Ramadhan). Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan takdir dan keburukan mahsyar.”
Adapun kutipan lengkap hadits riwayat Imam Ahmad adalah sebagai berikut:
وأخرج أحمد: أنه صلى الله عليه وسلم كَانَ يقول إِذَا رَأَى الْهِلاَلَ: اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَظِيْمِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمحَشْرِ
Artinya: “Rasulullah saw jika melihat bulan berdoa, ‘Allāhu akbaru, lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīmi. Allāhumma innī as’aluka khaira hādzas syahri, wa a‘ūdzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.” (HR Ahmad)
(nka)
Load more