Hukum Merayakan Malam Nisfu Syaban, Sebenarnya Boleh atau Tidak?
- Ilustrasi/istockphoto
Jakarta, tvOnenews.com - Malam Nisfu Syaban sering dikenal sebagai malam di pertengahan, tepatnya jatuh pada tanggal 15 bulan Syaban. Adapun malam Nisfu Syaban 2026 jatuh pada tanggal 2 Februari 2026.
Menariknya, malam Nisfu Syaban sering dirayakan secara berlebihan oleh sebagian umat Muslim. Walau begitu, perayaan ini seperti memperbanyak getaran amalan dan ibadah, yasinan, hingga shalat sunnah berjamaah.
Tradisi merayakan malam Nisfu Syaban sering kali terjadi di tengah masyarakat, khususnya umat Muslim Indonesia. Tujuannya untuk pengagungan malam istimewa tersebut.
Ustaz Khalid Basalamah mendapat pertanyaan terkait, 'Hukum merayakan malam Nisfu Syaban?'. Ia tidak menyalahkan penghidupan malam Nisfu Syaban, hanya saja banyak yang salah mengartikan makna perayaan tersebut.
"Ini banyak Muslimin memang yang menyalahgunakan. Jadi, mereka tidak memilah mana dalil yang shahih dan lemah, apalagi hadis-hadis yang palsu," ujar Ustaz Khalid Basalamah dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Ghoinfa TV, Selasa (27/1/2026).

- Ilustrasi/Freepik
Ia mendapat pertanyaan semisal kalangan umat Muslim berbondong-bondong pergi ke masjid. Tujuannya untuk meramaikan malam Nisfu Syaban dengan kepercayaan atau tradisi masing-masing.
"Sambil membawa air mineral untuk didoakan. Ada yang baca Surat Yasin tiga kali berjamaah dengan diniatkan untuk panjang umur, memperoleh rezeki, lalu dilanjutkan shalat sunnah," tuturnya.
Dari contoh tersebut, Ustaz Khalid Basalamah mulanya menyinggung terkait shalat khusus di Nisfu Syaban. Ia bahkan bertanya-tanya mengenai fenomena tersebut.
"Shalat di malam Nisfu Syaban secara khusus di Indonesia. Itu enggak ada, hadisnya palsu itu. Yang ada memang adalah Fadilah mengerjakan shalat malam di Nisfu Syaban," jelasnya.
Ia menegaskan, justru shalat yang harus diperbanyak terkait shalat sunnah sehari-hari. Contoh sederhananya memperbanyak shalat Tahajud di momen tersebut membawa keistimewaan.
"Tahajud seperti biasa. Tapi, khusus malam Nisfu Syaban itu punya Fadilah karena disebutkan dalam sebuah riwayat shahih Aisyah RA," terangnya.
Merujuk dari buku Manajemen Cinta Sang Nabi Muhammad SAW karya Sopia Muhammad, kala itu Siti Aisyah RA terbangun dari tidurnya pada suatu malam. Ia kaget Rasulullah SAW tidak berada di sisinya, sehingga hatinya memunculkan rasa cemburu.
Load more