4 Teks Khutbah Jumat Singkat 23 Januari 2026: Tentang Gebrakan Bulan Syaban, Persiapan Menyongsong Ramadhan
- Freepik
Jakarta, tvOnenews.com - Bulan Syaban merupakan salah satu bulan yang berada di posisi penting dalam kalender agama Islam. Bulan ini sebagai jembatan persiapan menuju bulan Ramadhan.
Alasan bulan Syaban menjadi persiapan bulan Ramadhan, sebab bulan ini terletak setelah melalui bulan Rajab. Ketiga bulan ini dianggap istimewa untuk waktu terbaik meningkatkan amal saleh.
Melalui mimbar khutbah Jumat, para khatib berperan penting untuk para jemaahnya. Tujuannya mengingatkan betapa istimewanya bulan Syaban, bulan berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan.
Tim tvOnenews.com merekomendasikan empat judul teks khutbah Jumat singkat terbaru untuk pelaksanaan shalat Jumat, 23 Januari 2026. Tema yang diambil seputar gebrakan di bulan Syaban sebagai waktu meningkatkan takwa dan amal saleh dalam menyambut bulan Ramadhan.

- ANTARA/Yulius Satria Wijaya
1. Teks Khutbah Jumat Singkat: Keutamaan dari Bulan Syaban
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، خَالِقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، مُدَبِّرِ الْأُمُورِ، لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَىٰ وَالْآخِرَةِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
Jemaah shalat Jumat rahimakumullah,
Dalam Khutbah pertama pada kesempatan hari ini, khatib ingin kembali mengingatkan bahwa, bulan Syaban adalah bulan yang kerap dilalaikan manusia, terutama umat Muslim.
Padahal dalam sejumlah hadis riwayat, bulan ini memberikan keistimewaan lebih karena berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan.
Di balik keistimewaannya, sayangnya masih banyak yang melupakan amal saleh dalam mempersiapkan bekal menyambut bulan Ramadhan.
Salah satu hadis riwayat dishahihkan Syaikh Al Albani mengenai keistimewaan bulan Syaban, Rasulullah SAW bersabda:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: "Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan." (HR. An-Nasa'i Nomor 2357).
Khutbah II
Kaum muslimin rahimakumullah, melalui hadis riwayat ini, Rasulullah SAW justru selalu memperbanyak amalan di bulan Syaban, khususnya mengenai puasa sunnah.
Jemaah shalat Jumat mendapat ajakan agar menggetarkan bulan Syaban, setidaknya menghidupkan berbagai ibadah ringan. Dengan catatan, harus menanamkan niat mengerjakannya secara konsisten, misalnya shalat sunnah, berdoa, dzikir, istighfar, sholawat, sedekah, membaca Al-Quran, hingga puasa sunnah.
Demikianlah khutbah Jumat dalam kesempatan hari ini yang dapat kami sampaikan. Mudah-mudahan bermanfaat untuk jemaah sekalian. Aamiin ya Rabbal Alamiin.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ.
Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, Kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, Rumaysho, Pondok Pesantren Darunnajah.
2. Teks Khutbah Jumat Singkat: Bulan Syaban sebagai Waktu Muhasabah Menyongsong Bulan Ramadhan
Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Pertama-tama, marilah kita senantiasa puja dan puji syukur atas kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Berkat-Nya, kita masih dapat berkumpul di sini untuk melaksanakan shalat Jumat secara berjamaah dengan sehat walafiat.
Tak lupa, marilah kita sholawat serta salam kepada junjungan kita, Baginda Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabat, serta umatnya sampai akhir zaman.
Pada kesempatan hari ini, khatib ingin menjelaskan sedikit tentang bulan Syaban. Syaban merupakan bulan sebagai momentum untuk muhasabah diri.
Konteks umumnya, muhasabah diri di bulan Syaban merupakan bagian meningkatkan takwa dan amal saleh sebelum Ramadhan tiba. Caranya bagaimana? Khatib ingin mengajak jemaah sekalian untuk mengevaluasi beberapa aspek, seperti kualitas shalat, kejujuran, hingga hubungan sosial.
Khutbah II
Saudaraku jemaah Jumat yang dirahmati Allah, jangan sampai setelah memasuki bulan Ramadhan, tetapi hati kita masih lalai dan diselimuti dosa. Muhasabah yang benar harus disertakan dengan niat dan kejujuran.
Niat dan kejujuran dalam diri mengarahkan pada muhasabah yang semakin kuat. Hal ini sangat berpengaruh untuk membawa perubahan dalam diri sendiri pada momen bulan Syaban ini.
Sebagaimana dalam dalil Al-Quran melalui Surat Al-Hasyr Ayat 18, menjelaskan tentang ajakan takwa kepada-Nya, Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr, 59:18).
Demikianlah khutbah Jumat yang disampaikan pada hari ini. Semoga dengan niat lurus kita untuk bermuhasabah di bulan Syaban, menjadi pembekalan terbaik saat bulan Ramadhan nanti. Aamiin ya Rabbal Alamiin.
اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.
Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, Tafsir Ibnu Katsir, Pondok Pesantren Darunnajah.
3. Teks Khutbah Jumat Singkat: Memperbanyak Istighfar dan Taubat sebelum Ramadhan Tiba
Khutbah I
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
Jemaah shalat Jumat yang dibahagiakan Allah,
Pertama-tama, marilah kita senantiasa meningkatkan takwa dan amal saleh kita tidak hanya di bulan Syaban, tetapi juga di setiap waktu. Sholawat serta salam tercurahkan kepada Rasulullah SAW, berkat-Nya, kita masih kokoh berada di jalan kebenaran-Nya.
Dalam kesempatan hari ini, khatib ingin sedikit menjelaskan tentang khutbah Jumat betapa pentingnya istighfar dan taubat nasuha di bulan Syaban.
Perlu diketahui, dosa yang telah menggunung sebagai penghalang jalan istiqomah dan keberkahan di bulan Ramadhan nanti. Marilah kita memperbanyak istighfar agar hati semakin bersih.
Dengan adanya istighfar, kita juga siap menerima rahmat dan rezeki yang dilimpahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala secara bertubi-tubi.
Selain istighfar, taubat nasuha juga menjadi aspek terpenting untuk mendapatkan pahala. Hal ini sebagai upaya persiapan menyambut bulan Ramadhan selama mengarungi bulan Syaban.
Khutbah II
Jemaah Jumat dimuliakan Allah, demikianlah khutbah pertama disampaikan khatib pada kesempatan hari ini. Khatib hanya mengingatkan bahwa, orang-orang beristighfar dan taubat nasuha sama saja telah menunjukkan filosofi bulan Syaban. Bulan ini sering diartikan sebagai bulan menanam setelah memanen di bulan Rajab.
Dengan mengencangkan amalan istighfar dan taubat nasuha, Allah SWT akan mengabulkan segala dosa hamba-hamba-Nya. Hal ini telah tertera dalam hadis riwayat terkait bulan Syaban sebagai bulan pengampunan dosa, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam pertengahan bulan Sya'ban, lalu Dia mengampuni dosa-dosa hamba-Nya kecuali bagi orang yang musyrik dan orang yang saling bermusuhan." (HR. Ibn Majah)
لِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛
Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, BAZNAS DIY & Grobogan, MUI.
4. Teks Khutbah Jumat Singkat: Bulan Syaban, Waktu Terbaik Menyusun Target Ibadah Menjelang Ramadhan
Khutbah I
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه أجمعين.
Sidang Jumat dirahmati Allah, pertama-tama marilah kita mengucapkan segala puji kepada Allah SWT, Rabb yang Maha Pemberi Keberkahan, Rezeki, dan Rabb telah menciptakan semesta alam.
Sholawat serta salam kepada idola kita semua, Nabi Muhammad SAW. Karena Rasulullah SAW, kita telah memiliki bekal betapa pentingnya ibadah hanya untuk Allah SWT.
Dalam kesempatan khutbah hari ini, khatib mengingatkan keistimewaan bulan Syaban sebagai waktu terbaik perencanaan ibadah.
Setelah memasuki bulan Syaban, jemaah diajak telah menyusun atau mempersiapkan apa saja target dikerjakan selama bulan Ramadhan. Contoh sederhananya adalah mengerjakan puasa sunnah, tilawah Al-Quran, memperbanyak qiyamul lail, hingga sedekah kepada orang membutuhkan.
Dengan adanya target yang jelas, bulan Syaban memberikan makna agar seluruh ibadah dikerjakan di bulan Ramadhan, berlangsung dengan lancar tanpa adanya kendala.
Khutbah II
Kaum muslimin rahimakumullah, demikianlah khutbah pertama disampaikan pada kesempatan ini. Penyusunan target ibadah dan amal saleh sejak bulan Syaban sangatlah penting sebagai momentum refleksi diri kita.
InsyaAllah, jemaah shalat Jumat yang melakukan persiapan diri secara ruhani dari bulan Syaban, menjadi gerbang yang sudah matang saat menyongsong bulan Ramadhan. Siapa saja mempersiapkan diri dengan pembekalan baik di bulan Syaban, insyaAllah akan meraih penuh keberkahan dan perubahan di bulan suci nanti. Aamiin ya Rabbal Alamiin.
اَللَّهُـمَّ إِنيِّ أَعوُذُ بِكَ مِنْ عَذاَبِ جَهَنَّمَ،وَمِنْ عَذاَبِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْـنَةِ الْمَحْياَ وَالْمَماَتِ وَمِنْ فِتْـنَةِ الْمَسيِحِ الدَّجاَّلِ
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ
اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Sumber Referensi: Kitab Lathaif al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali, NU Online, Muhammadiyah, MUI, Kemenag RI, Antara, Pondok Pesantren Darunnajah.
(hap)
Load more