Tinggalkan Pekerjaan Menipu, Meski Dapat Keuntungan Besar Ulama ini Ingatkan Bahayanya yang Mengintai
- Antara
“Tapi kalau ada kebohongan, keuntungannya bukan dari cara berbohong tadi, maka nggak ada urusannya,” tutur Buya.
“Ada bos pembohong, pegawainya pembohong, kebiasaan bohong, nggak ada hubungannya dengan penjualan atau bisnis itu secara dzatnya, nggak ada masalah,” sambungnya.
Tetapi, bila terus berada di lingkungan yang seperti itu akan sangat tidak nyaman saat terus bekerja di tempat yang sama.
“Tapi dosanya berbohong, sedangkan Anda berada di lingkungan bohong, Anda pasti tidak akan nyaman, bahkan Anda bisa dibohongi,” ujar Buya Yahya.
Oleh sebab itu, sebaiknya segera meninggalkan pekerjaan yang menghasilkan uang dari praktik penipuan, sebab mendukung kebohongan berarti turut merugikan banyak pihak.
Perlu dipahami bahwa rezeki telah diatur oleh Allah SWT. Di bumi Allah yang begitu luas, tersedia banyak pilihan pekerjaan yang halal.
“Rezeki dari Allah, bumi Allah luas, usaha banyak, maka harus dengan keyakinan bila ingin mencari ridho Allah SWT,” jelasnya.
“Jangan sampai terlarut dalam hal yang tidak benar, maka kita akan jadi korban dari semua itu,” terusnya.
Bukan hanya orang lain yang menjadi korban dari pekerjaan semacam itu, tetapi pelakunya sendiri justru akan menjadi pihak yang paling merugi, terutama di akhirat kelak.
“Naudzubillah, korban yang menyeramkan adalah nanti, korban di akhirat, sengsara di akhirat. Maka segeralah untuk hijrah,” tandasnya. (Kmr)
Load more