Dulunya Tak Tahu Indonesia dan Sempat Main Tarkam, Pemain Naturalisasi yang Takut Disunat ini Mualaf karena Alasan ini
- Kolase Persija Jakarta & Instagram/@silvioescobar_21
Sayangnya pada 2014, Escobar harus gagal menjadi mualaf hanya perkara wajib sunat lebih dulu sebelum memeluk agama Islam.
Pada saat itu, Escobar mengakui dirinya masih belum lancar berbicara bahasa Indonesia.
Kala itu, mantan penyerang Madura United ini berpikir dirinya sangat takut akibat membayangkan salah satu bagian tubuhnya harus dipotong.
"Mungkin saya salah paham karena harus potong. Takut jadinya saya, jadi tahun 2014 tidak jadi," ngakunya.
Setahun kemudian, Escobar tampaknya masih berkeinginan mualaf, sehingga ia bertanya kepada seorang teman di Jakarta terkait sunat.
Escobar kaget ternyata sunat hanya sekadar aktivitas pemotongan bagian kulit di anggota tubuh tersebut.
"Jumat pagi saya bangun, saya sendiri jalan untuk sunat," tutur dia.
Kisah lucu pun terjadi ketika Escobar datang seorang diri ke klinik hanya ingin sunat.
Saat di klinik, kata Escobar, dirinya terkejut bagian kemaluannya harus dilihat oleh semua suster.
"Saya datang ke klinik, lalu saya masuk. Semua suster di situ malu sekali, tapi ya sudah masuk ya sudah, mau gimana lagi terbuka saja," paparnya.
Escobar harus menunggu proses pengeringan dari hasil sunat selama 15 hari. Setelah itu, ia boleh bermain sepak bola lagi.
"Tapi satu bulan baru kering, belum juga laser," lanjutnya.
Silvio Escobar memutuskan mualaf pada 2015. Hal ini juga tak lepas dari dukungan sang istri, Merry Marsita sebelum mereka menikah.
Selain seputar mualafnya Silvio Escobar menyandang status pemain naturalisasi setelah mengucap sumpah WNI pada 2020.
Dalam perjalanan kariernya di Indonesia, Silvio Escobar pernah membela Persepam Madura, PSM Makassar, Perseru Serui, Persija Jakarta.
Kemudian, ada PSIS Semarang, Mitra Kukar, PS Tira-Kabo, PSMS Medan, Persiraja Banda Aceh, Madura United, Semen Padang, Persela Lamongan, Dejan FC, dan Persipa Pati.
Terkini, Silvio Escobar resmi bermain bersama RANS FC setelah teken kontrak pada 19 September 2025.
(hap)
Load more