News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dulunya Tak Tahu Indonesia dan Sempat Main Tarkam, Pemain Naturalisasi yang Takut Disunat ini Mualaf karena Alasan ini

Pemain naturalisasi yang tidak pernah bela Timnas Indonesia ini menceritakan kisah awal dirinya tidak tahu Indonesia hingga berujung mualaf di Tanah Air. Siapa?
Selasa, 23 September 2025 - 21:47 WIB
Pemain naturalisasi mualaf ini saat membela Persija Jakarta dan Persela Lamongan
Sumber :
  • Kolase Persija Jakarta & Instagram/@silvioescobar_21

tvOnenews.com - Pemain naturalisasi yang bergelut di sepak bola Tanah Air ini mempunyai kisah mualaf di Indonesia.

Mulanya pemain naturalisasi ini menceritakan kisah awal dirinya datang ke Indonesia hanya ingin bermain sepak bola.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kata pemain tersebut, perjalanan dari Paraguay menuju Indonesia mengalami pengalaman unik.

Siapa pemain naturalisasi tersebut? Dia adalah sosok Silvio Escobar.

tvonenews

Silvio Escobar menjelaskan setelah tiba di Tanah Air, ia sama sekali tidak mengetahui tim yang akan dibelanya di Indonesia.

Dalam pengakuannya, Silvio Escobar mulanya juga tidak mengetahui Indonesia bahkan kondisi sepak bolanya.

"Sebenarnya sedikit lucu ya. Saya datang dan teken kontrak bersama tim Liga 2 di Paraguay. Habis teken kontrak, bosnya telepon lagi, terus dia tawarin saya ke Indonesia. Tidak dikasih tahu klubnya apa. Terus beli tiket dan tiga hari lagi berangkat. Padahal saya tidak tahu Indonesia di mana," ungkap Silvio Escobar dikutip tvOnenews.com dari podcast YouTube Sport77 Official, Selasa (23/9/2025).

Siapa sangka, Silvio Escobar juga mengaku sempat main tarkam bahkan pernah digaji Rp1,5 juta.

"Tarkam pertama kali dibayar Rp 1,5 juta sekali pertandingan. Main pertama kali di Tangerang dan seru. Cuma di Indonesia ada tarkam, di luar negeri nggak ada," jelasnya.

Eks pemain naturalisasi Persija Jakarta yang tidak dipanggil Timnas Indonesia, Silvio Escobar
Eks pemain naturalisasi Persija Jakarta yang tidak dipanggil Timnas Indonesia, Silvio Escobar
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Sport77 Official

 

Silvio Escobar pun pertama kali membela klub di Indonesia bersama Persepam Madura pada 2014. Ia pun mempelajari kultur tentang Tanah Air.

Namun begitu, mantan penyerang Persija Jakarta ini mengakui klub tersebut sebagai saksi perjalanan spiritual dirinya.

Escobar mengatakan awal mula dirinya sebelum memutuskan mualaf berkat peran salah satu mantan asisten pelatih Persepam Madura.

"Tahun 2014 ada asisten pelatih di Persepam ajak saya untuk masuk Islam karena saya tanya. Saya lihat teman-teman saya sabar, santai," ucapnya.

Tawaran tersebut membuat Escobar sangat terkejut lantaran ia besar dari keluarga yang taat pada Katolik di Paraguay.

Lebih lanjut, Escobar langsung mengorek informasi seputar tentang ajaran agama Islam sejak ditawari menjadi mualaf.

Sayangnya pada 2014, Escobar harus gagal menjadi mualaf hanya perkara wajib sunat lebih dulu sebelum memeluk agama Islam.

Pada saat itu, Escobar mengakui dirinya masih belum lancar berbicara bahasa Indonesia.

Kala itu, mantan penyerang Madura United ini berpikir dirinya sangat takut akibat membayangkan salah satu bagian tubuhnya harus dipotong.

"Mungkin saya salah paham karena harus potong. Takut jadinya saya, jadi tahun 2014 tidak jadi," ngakunya.

Setahun kemudian, Escobar tampaknya masih berkeinginan mualaf, sehingga ia bertanya kepada seorang teman di Jakarta terkait sunat.

Escobar kaget ternyata sunat hanya sekadar aktivitas pemotongan bagian kulit di anggota tubuh tersebut.

"Jumat pagi saya bangun, saya sendiri jalan untuk sunat," tutur dia.

Kisah lucu pun terjadi ketika Escobar datang seorang diri ke klinik hanya ingin sunat.

Saat di klinik, kata Escobar, dirinya terkejut bagian kemaluannya harus dilihat oleh semua suster.

"Saya datang ke klinik, lalu saya masuk. Semua suster di situ malu sekali, tapi ya sudah masuk ya sudah, mau gimana lagi terbuka saja," paparnya.

Escobar harus menunggu proses pengeringan dari hasil sunat selama 15 hari. Setelah itu, ia boleh bermain sepak bola lagi.

"Tapi satu bulan baru kering, belum juga laser," lanjutnya.

Silvio Escobar memutuskan mualaf pada 2015. Hal ini juga tak lepas dari dukungan sang istri, Merry Marsita sebelum mereka menikah.

Selain seputar mualafnya Silvio Escobar menyandang status pemain naturalisasi setelah mengucap sumpah WNI pada 2020.

Dalam perjalanan kariernya di Indonesia, Silvio Escobar pernah membela Persepam Madura, PSM Makassar, Perseru Serui, Persija Jakarta.

Kemudian, ada PSIS Semarang, Mitra Kukar, PS Tira-Kabo, PSMS Medan, Persiraja Banda Aceh, Madura United, Semen Padang, Persela Lamongan, Dejan FC, dan Persipa Pati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkini, Silvio Escobar resmi bermain bersama RANS FC setelah teken kontrak pada 19 September 2025.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT