Konflik Iran-AS, DPR Soroti Dampaknya ke UMKM: Ekspor 50 Ribu Sarung Tegal ke Afrika Batal, Pengusaha Menjerit
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com – Konflik bersenjata antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel ternyata berdampak hingga ke pelaku usaha kecil di daerah Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih mengungkapkan perajin sarung Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Kota Tegal, Jawa Tengah, harus menunda ekspor hingga 50.000 potong sarung ke pasar Afrika akibat dampak konflik tersebut.
“Banyak yang mengira konflik Iran–Israel tidak berdampak ke daerah seperti Tegal. Padahal kenyataannya ada. Pengiriman sarung dari pengusaha Tegal ke Afrika tertunda hingga mencapai 50.000 potong,” ujar Fikri, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, tertundanya pengiriman dua kontainer sarung itu tidak hanya merugikan pengusaha. Tetapi juga berpotensi memicu dampak berantai bagi pekerja dan pelaku usaha lain yang terlibat dalam rantai produksi.
Mulai dari buruh tenun hingga pemasok bahan baku lokal dapat terdampak akibat terganggunya aktivitas ekspor tersebut.
“Pengusaha sarung tentu memiliki karyawan yang berasal dari masyarakat sekitar. Bahan bakunya juga disuplai oleh pelaku usaha lokal. Ketika ekspor terganggu, dampaknya bisa meluas,” jelas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX itu.
Fikri menilai peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa dinamika geopolitik global dapat berdampak langsung terhadap sektor ekonomi lokal, termasuk industri tradisional yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Karena itu, ia mendorong pelaku UMKM mulai melakukan diversifikasi pasar ekspor agar tidak bergantung pada satu kawasan yang rentan terhadap gejolak geopolitik.
Ia menyarankan pengusaha sarung di Tegal membuka pasar baru ke negara-negara kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand.
Selain itu, peluang ekspor juga dinilai terbuka di Turki maupun wilayah Asia Tengah.
“Dengan memiliki beberapa tujuan pasar ekspor, pelaku usaha akan lebih siap menghadapi situasi global yang tidak menentu,” katanya.
Selain membuka pasar baru, politisi Fraksi PKS itu juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar internasional.
Melalui platform digital dan media sosial, pelaku UMKM dinilai dapat menjangkau pasar baru tanpa harus mengeluarkan biaya pemasaran yang besar.
Load more