News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menteri Agama RI Sebut Pohon Matoa dari Papua Simbol Indonesia yang Beragam

Kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi nyata terhadap isu lingkungan hidup, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi spiritual dan ekologis Indonesia kepada dunia
Jumat, 25 April 2025 - 18:26 WIB
Menteri Agama RI Sebut Pohon Matoa dari Papua Simbol dari Indonesia yang Beragam
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com- Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mengatakan satu pohon asal Papua, Pohon Matoa, bukan tanaman biasa.

Tanaman spesial karena pohon Matoa, banyak mengandung nilai-nilai kehidupan, spiritual hingga melambangkan Indonesia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penjelasan tersebut, Nasaruddin Umar sampaikan saat memimpin langsung Gerakan Tanam Sejuta Pohon yang digelar secara nasional. 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi nyata terhadap isu lingkungan hidup, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi spiritual dan ekologis Indonesia kepada dunia, melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal. 

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah pemilihan pohon matoa khas Papua sebagai simbol dalam gerakan ini.

"Pohon Matoa adalah tanaman khas Papua yang tumbuh dengan cepat, tahan terhadap berbagai cuaca, dan buahnya bisa dinikmati oleh siapa saja. Ini simbol dari Indonesia, simbol dari kesatuan, keragaman, dan kepedulian terhadap alam. Kita ingin menjadikan Matoa sebagai persembahan dari Indonesia untuk dunia," ujar Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar, dalam keterangannya, Jumat (25/04/2025)

"Ini bukan sekadar tanam pohon, tapi tanam harapan, tanam kesadaran, dan tanam nilai-nilai spiritual bahwa merawat bumi adalah bagian dari iman,” tegas Menag Nasaruddin Umar.

Perlu diketahui, gerakan Tanam Sejuta Pohon yang dilaksanakan serentak dari Sabang sampai Merauke, menjadi tonggak penting dalam menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam dalam menghadapi krisis iklim global. Indonesia dengan hutan tropisnya yang luas memiliki kapasitas sebagai “paru-paru dunia”. 

Sayangnya, dalam dua dekade terakhir, kerusakan lingkungan yang ditandai oleh deforestasi, kebakaran hutan, dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, turut memperburuk kondisi iklim dunia.

Kementerian Agama, melalui gerakan ini, menunjukkan peran strategisnya dalam menyelaraskan nilai-nilai keagamaan dengan praktik ekologi yang berkelanjutan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ekologi Islam, sebagai salah satu nilai utama yang diusung, mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual manusia. 

Sementara dalam Islam, bumi bukanlah milik mutlak manusia, melainkan amanah dari Sang Pencipta yang harus dijaga dan dilestarikan.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT