Satu Amalan Ini Bisa “Nyalip” Shalat Tahajud, Kata Habib Novel Alaydrus
- Ilustrasi/Freepik
Ia berpendapat bahwa para Wali telah mendapat karunia dari Allah SWT dan bertugas untuk menyebarkan agama Islam, terutama di Indonesia.
"Nanti banyak kisah para Wali yang hidupnya hanya menyenangkan orang, menyenangkan orang, hasilnya disenangkan oleh Allah SWT," tutur dia.
Habib Novel lalu mengingatkan, bahwa berbagi kebahagiaan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Karena amalan ini tidak memiliki batasan.
"Ibu-ibu kalau mau senangkan orang gampang, yang ahli masak kirimin tetangga masakan, senang itu," jelasnya.
"Kalau ada orang ngidam ingin masakan tertentu, niatkan itu saya masakin biar senang dia," lanjut dia.
Hanya membagikan kebahagiaan dan kesenangan kepada orang lain, tentu telah memberikan peluang keberkahan diraih oleh mereka.
"Itu amalan yang luar biasa, bahkan mungkin bisa mengalahkan pahala Tahajud," katanya.
Habib Novel lantas membandingkan antara amalan berbagi kebahagiaan dengan rutin shalat Tahajud dalam perihal khusyuk.
"Mungkin Tahajudmu, Tahajudku enggak khusyuk, banyak riya, banyak ujub, banyak sum'ah, dan lain sebagainya," ucapnya.
Sebaliknya, menurut Habib Novel, saat berbagi kebahagiaan dan kesenangan dengan orang lain tentu menjadikan kita didoakan oleh orang tersebut. Inilah kelebihan dari amalan ini.
"Tapi kalau nyenangin hati InsyaAllah yang dibuat senang mendoakan semoga surga, padahal kita riya, padahal kita ujub, padahal kita sum'ah," pesannya.
"Tapi doanya mukmin buat mukmin yang lain itu manfaat," kata dia menambahkan.
Meski sederhana sebaiknya setiap Muslim mulai sekarang konsisten lakukan amalan ini karena sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
"Itulah amalan yang diajarkan oleh para aulia sholihin, diajarkan baginda Muhammad SAW," tukasnya.
Wallahu’alam bishawab
(hap/put)
Load more