Satu Amalan Ini Bisa “Nyalip” Shalat Tahajud, Kata Habib Novel Alaydrus
- Ilustrasi/Freepik
tvOnenews.com - Amalan malam adalah ibadah-ibadah yang dilakukan setelah waktu Isya hingga sebelum Subuh. Rasulullah SAW dan para sahabat sangat menekankan pentingnya mengisi malam dengan ibadah sebagai bentuk kedekatan kepada Allah SWT. Dari beberapa amalan malam yang dianjurkan dalam Islam, shalat tahajud adalah amalan yang paling dianjurkan.
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat Tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra: 79)
Namun Habib Novel Alaydrus mengatakan bahwa ada satu amalan yang keutamaannya bisa menyalip shalat tahajud. Lalu amalan apakah itu?
Dalam ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube Ngaji Asyik itu, Habib Novel menyadari, bahwa shalat tahajud adalah amalan yang umumnya jadi andalan seorang Mukmin. Akan tetapi, Habib Novel menjelaskan bahwa Almarhum ayahnya membagikan satu amalan yang keutamaannya menyalip tahajud.
"Pesan almarhum ayah saya untuk saya,” ujar Habib Novel.
Lalu amalan apa yang dipesankan oleh Almarhum sang ayah kepada Habib Novel?
“Senangkan hatimu dan biasakan menyenangkan orang lain," ungkap Habib Novel Alaydrus.
Itulah pesan ayahnya yang selalu tersimpan dalam memorinya. Kemudian, Habib Novel Alaydrus pun mencoba peruntukkan mengerjakan amalan ini.
Menurut Habib Novel, amalan berbagi kebahagiaan ini sangat sederhana. Namun sayangnya, banyak yang belum menyadari dampak yang dihasilkan saat rutin melakukannya.
Kata Habib Novel, pesan dari ayahnya ini kemudian ia wasiatkan dengan terus disebarkan kepada para jemaah maupun umat Muslim di Indonesia.
Jika amalan berbagi kebahagiaan ini diterapkan secara rutin, maka akan banyak keuntungan terutama yang senang bergaul misalnya seperti bertetangga.
Pimpinan majelis ilmu dan dzikir Ar-Raudhoh, Surakarta, Jawa Tengah itu kemudian menuturkan amalan membahagiakan orang lain diambil dari kisah para Wali.
Ia berpendapat bahwa para Wali telah mendapat karunia dari Allah SWT dan bertugas untuk menyebarkan agama Islam, terutama di Indonesia.
"Nanti banyak kisah para Wali yang hidupnya hanya menyenangkan orang, menyenangkan orang, hasilnya disenangkan oleh Allah SWT," tutur dia.
Habib Novel lalu mengingatkan, bahwa berbagi kebahagiaan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Karena amalan ini tidak memiliki batasan.
"Ibu-ibu kalau mau senangkan orang gampang, yang ahli masak kirimin tetangga masakan, senang itu," jelasnya.
"Kalau ada orang ngidam ingin masakan tertentu, niatkan itu saya masakin biar senang dia," lanjut dia.
Hanya membagikan kebahagiaan dan kesenangan kepada orang lain, tentu telah memberikan peluang keberkahan diraih oleh mereka.
"Itu amalan yang luar biasa, bahkan mungkin bisa mengalahkan pahala Tahajud," katanya.
Habib Novel lantas membandingkan antara amalan berbagi kebahagiaan dengan rutin shalat Tahajud dalam perihal khusyuk.
"Mungkin Tahajudmu, Tahajudku enggak khusyuk, banyak riya, banyak ujub, banyak sum'ah, dan lain sebagainya," ucapnya.
Sebaliknya, menurut Habib Novel, saat berbagi kebahagiaan dan kesenangan dengan orang lain tentu menjadikan kita didoakan oleh orang tersebut. Inilah kelebihan dari amalan ini.
"Tapi kalau nyenangin hati InsyaAllah yang dibuat senang mendoakan semoga surga, padahal kita riya, padahal kita ujub, padahal kita sum'ah," pesannya.
"Tapi doanya mukmin buat mukmin yang lain itu manfaat," kata dia menambahkan.
Meski sederhana sebaiknya setiap Muslim mulai sekarang konsisten lakukan amalan ini karena sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
"Itulah amalan yang diajarkan oleh para aulia sholihin, diajarkan baginda Muhammad SAW," tukasnya.
Wallahu’alam bishawab
(hap/put)
Load more