“Nabi didatangi seorang sahabat yang meminta nasihat. Wahai Nabi berikanlah aku nasehat yang kalau aku sudah dapat aku tidak akan minta lagi, tapi nasihat singkat padat,” ujar UAS.
Kemudian Nabi memberikan nasihat bahwa yang terpenting mintalah agar istiqomah.
“Kata Nabi katakan aku beriman kepada Allah dan kita 17 kali meminta jalan orang yang istiqomah,” jelas UAS.
Bagaimana Allah Membimbing Kita Supaya Istiqomah?
Kata Ustaz Abdul Somad, salah satu cara Allah membimbing hambaNya untuk istiqomah adalah dengan memerintahkan berpuasa 6 hari di bulan Syawal setelah bulan Ramadhan.
“Diberikan motivasi bahwa kamu dapat pahala seperti puasa setahun jika puasa setelah Ramadhan puasa 6 hari di bulan Syawal,” kata UAS.
Kemudian Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa disebut sebagai puasa setahun karena itu berdasarkan hitungan matematika.
“Secara matematik memang 360. Jadi puasa Ramadhan 30 hari ditambah 6 maka total kan 36,” jelasnya.
Kemudian karena setiap 1 hari berpuasa dikatakan mendapatkan 10 kebaikan. Maka jika dikalikan maka total puasa 30 hari di bulan Ramadhan dan 6 hari di bulan Syawal adalah 360 hari.
“1 Tahun berapa hari 360. Satu harinya dibalas 10. Itu kalau hitung-hitungan matematika. Namun sesungguhnya ada hikmah di balik itu semua,” tandas UAS.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa hikmah dari motivasi itu adalah agar kita tidak kebablasan.
“Allah ingin ajarkan supaya kita jangan kebablasan. Maka semua tujuannya supaya kita tetap mengingat momen-momen Ramadhan,” katanya.
Diharapkan setelah Ramadhan, setiap muslim tetap dapat terbiasa di sepertiga malam untuk shalat tahajud.
“Terbiasa bangun tengah malam, maka akan biasa ibadah di ⅓ malam. Lawan rasa kantukmu untuk tahajud,” pesan UAS.
Maka, setelah bulan Ramadhan, diharapkan setiap muslim akan melanjutkan dengan puasa 6 hari di bulan Syawal.
Load more