Manajemen Maluku United Izinkan Penggunaan GKR Jadi Tempat Shalat Ied
- ANTARA
"Zoysia Matrella ini jenis rumput yang sensitif. Harganya mahal dan membawanya dari Surabaya. Kami belum punya space rumput cadangan di Ternate. Jadi benar-benar harus dijaga," ujarnya.
Asghar berharap dukungan dari semua pihak untuk sukses kegiatan Shalat Ied di Gelora Kie Raha. Ketertiban dan keamanan jadi fokus. Panel LED juga tidak akan digeser. Hanya tribun utama yang tertutup.
"Silahkan mengambil foto setelah shalat dan keluar dengan tertib," imbau Asghar.
Sementara itu, Ketua PHBI Ternate, HM Zulkiram menyambut penuh syukur kebijakan manajemen Malut United yang menginginkan penggunaan Gelora Kie Raha.
"Kami akan lakukan sosialisasi terkait larangan untuk menjaga agar rumput tidak rusak. Kami menyampaikan banyak terima kasih dan penghargaan kepada Malut United" ungkapnya.
Zulkiram yang juga Jogugu Kesultanan Ternate menyebut pihaknya tidak menduga usulan ini akan direspon dengan baik dan cepat.
"Saya bertemu langsung dengan pemilik Malut United David Glen dan bilang kalau berisiko maka kami akan shalat di tempat lain, tetapi beliau spontan bilang, ustad tidak perlu berpikir begitu. Ini urusan umat. Kalau rusak biar saya yang memperbaikinya meskipun mahal," kata Zulkiram.
Sebelumnya, manajemen juga telah menerima surat permintaan untuk penggunaan Shalat Ied dari Pemerintah Kota Ternate.
Malut United sendiri akan bermain di stadion Gelora Kie Raha pada tanggal 18 April 2025 saat menjamu PSBS Biak.*(ant/bwo)
Load more