News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Ragnar Oratmangoen Sempat Kewalahan saat Bergabung Timnas Indonesia di Era STY, Bukan soal Budaya dan Agama tapi ....

Ternyata hal inilah yang buat Ragnar Oratmangoen dituntut harus lebih kerja keras. Sebab memungkinkan bisa mempengaruhi ritme bermain. Simak penjelasannya....
Minggu, 16 Februari 2025 - 12:54 WIB
Pengakuan Ragnar Oratmangoen Sempat Kewalahan saat Bergabung Timnas Indonesia di Era STY, Bukan soal Budaya dan Agama tapi ....
Sumber :
  • dok.Antara

Jakarta, tvOnenews.com- Pemain mualaf, Ragnar Oratmangoen pernah menyampaikan ada satu hal yang buatnya sempat kewalahan.

Hal ini tentu, bagian dari proses Ragnar Oratmangoen beradaptasi dengan hal-hal baru di Indonesia ataupun Timnas Indonesia

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengakuan Ragnar Oratmangoen Sempat Kewalahan saat Bergabung Timnas Indonesia di Era STY, Bukan soal Budaya dan Agama tapi ....
Pengakuan Ragnar Oratmangoen Sempat Kewalahan saat Bergabung Timnas Indonesia di Era STY, Bukan soal Budaya dan Agama tapi ....
Sumber :
  • dok.Antara

 

Ternyata hal inilah yang buat Ragnar Oratmangoen dituntut harus lebih kerja keras. Sebab memungkinkan bisa mempengaruhi ritme bermain.

Ragnar Oratmangoen yang disapa Wak Haji terus terang dalam podcast tayang di YouTube Soccer77, dikutip Minggu (16/2/2025). 

"Di Belanda, semua orang ingin bermain sepak bola yang baik dari belakang,” ungkap penyerang Timnas Indonesia itu.

Menurutnya gaya bermain Timnas Indonesia dengan Belanda sangatlah berbeda. Sebab di sini lebih sering gunakan pancing umpan jauh.

“Di Indonesia, yang pertama kali dilakukan adalah kerja keras dan berlari dan tidak bermain bola seperti itu (operan pendek).” jelas Ragnar. 

Saat kalian tidak bisa bermain operan pendek, maka bermain operan panjang. Di Belanda, mereka tidak menyukai bermain dengan operan jarak jauh,” ungkap Ragnar.

Sehingga perbedaan yang signifikan itu, buat pemain naturalisasi ini harus bersungguh-sungguh dalam bermain. 

Inilah buatnya merasa tertantang dan dituntut jauh lebih bekerja keras. Sebab seluruh tenaga yang digunakan atau taktik memungkinkan mempengaruhi. 

Selain itu, ada hal yang perlu diacungi jempol. Sebab ia lebih nyaman di Tanah Air.

Sosoknya yang murah senyum dikenal juga sebagai pemain naturalisasi. Pria yang akrab disapa Wak Haji ini memiliki ciri khas yaitu senyumnya.

Tak Kuat dengan Budaya Masyarakat Belanda, Pemain Mualaf Timnas Indonesia Ini Akui Lebih Betah di Indonesia, Ragnar Oratmangoen: Saya Disini Bisa ....
Tak Kuat dengan Budaya Masyarakat Belanda, Pemain Mualaf Timnas Indonesia Ini Akui Lebih Betah di Indonesia, Ragnar Oratmangoen: Saya Disini Bisa ....
Sumber :
  • dok.instagram FCV Dender

 

Diketahui, Ragnar Oratmangoen merupakan keturunan Belanda-Indonesia. Namanya jadi populer setelah ia mampu membobol gawang Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026. 

Selain karena kelebihannya, ia juga dikenal sebagai pemain mualaf di Timnas Indonesia. Namun, ia terlahir dari keluarga non-muslim di tengah keluarga beragama Nasrani. 

Pemain darah Belanda ini, merasa lebih nyaman dan menyenangkan di Indonesia karena tingkat toleransi yang tinggi. 

"Indonesia mayoritas beragama islam, dan bagaimana pandangan kamu jika dibandingkan dengan eropa yang cukup bebas?," tanya Mamat kepada Ragnar sebagai host.

"Sebenarnya tidak begitu sulit di Belanda. Namun kamu tidak akan sebebas yang diinginkan," jawab Ragnar.

"Sebab mereka orang Belanda sangat mudah men-judge (intoleran) orang lain, berbeda dengan saya di Indonesia," jelas Wak Haji itu.

Dalam pandangannya, masyarakat Indonesia begitu toleransi dengan lingkungan sekitar. Hal inilah dianggap lebih baik dibandingkan Belanda.

Bahkan kata Ragnar juga menambahkan kalau di Indonesia bisa bebas mendengar suara Adzan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di saat mereka melihat kita, bisa saja mereka berpikir yang bukan-bukan. Sementara saya di sini bisa bebas. Mendengarkan azan setiap kali saya keluar," jelas Ragnar.(klw)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gara-gara Masalah Paspor, Kapten Go Ahead Eagles Blak-blakan Akui Kehilangan Dean James: Kami Menunggu!

Gara-gara Masalah Paspor, Kapten Go Ahead Eagles Blak-blakan Akui Kehilangan Dean James: Kami Menunggu!

Kapten Go Ahead Eagles akui kehilangan Dean James akibat polemik paspor di Belanda. Begini katanya soal nasib pemain Timnas Indonesia itu.
Terpopuler: Duet Jay Idzes - Elkan Baggott Dinilai Berbahaya, Media Vietnam Malah Girang, Bung Ropan Desak PSSI Cari Striker

Terpopuler: Duet Jay Idzes - Elkan Baggott Dinilai Berbahaya, Media Vietnam Malah Girang, Bung Ropan Desak PSSI Cari Striker

Kabar seputar Timnas Indonesia kembali memanas dan masuk daftar terpopuler. Mulai dari kritik duet lini belakang, media Vietnam girang hingga PSSI cari striker.
Dedi Mulyadi Minta Maaf Sudah Ingkar Janji? Karyawan Kebun Binatang Bandung Malah Terharu, Begini Faktanya

Dedi Mulyadi Minta Maaf Sudah Ingkar Janji? Karyawan Kebun Binatang Bandung Malah Terharu, Begini Faktanya

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM), memantau langsung pencairan upah bagi para pekerja di Kebun Binatang Bandung oleh Pemerintah Provinsi Jabar. 
Aksi Jay Idzes Tetap Jadi Sorotan Tajam Media Italia Meski Sassuolo Menang 2-1 Atas Cagliari

Aksi Jay Idzes Tetap Jadi Sorotan Tajam Media Italia Meski Sassuolo Menang 2-1 Atas Cagliari

Jay Idzes langsung jadi perhatian dalam laga Sassuolo vs Cagliari di Serie A 2025/2026. Bek Timnas Indonesia itu terlibat momen krusial saat perkuat klubnya.
Khawatir Musuh Atur Siasat, Iran Tolak Mentah-mentah Usulan Gencatan Senjata AS

Khawatir Musuh Atur Siasat, Iran Tolak Mentah-mentah Usulan Gencatan Senjata AS

Pemerintah Iran secara resmi menyatakan penolakannya terhadap tawaran gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat. 
Harga Plastik Melonjak, DPR Desak Kemendag Turun Tangan Lindungi UMKM

Harga Plastik Melonjak, DPR Desak Kemendag Turun Tangan Lindungi UMKM

Lonjakan harga plastik dan bahan kemasan mulai menekan pelaku usaha, terutama UMKM makanan dan minuman. 

Trending

Periksa Pihak Swasta, KPK Telusuri Soal Pemberian Uang ke Bupati Bekasi

Periksa Pihak Swasta, KPK Telusuri Soal Pemberian Uang ke Bupati Bekasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami soal aliran uang kepada Bupati nonaktif Ade Kuswara Kunang (ADK) dari pihak swasta di kasus suap proyek ijon di Kabupaten Bekasi.
Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Bali United sukses menutup pekan ke-26 Super League 2025/2026 dengan hasil gemilang. Serdadu Tridatu pesta gol usai melibas PSBS dengan skor telak 6-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (6/4/2026) malam WIB.
Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Bali United sukses menutup pekan ke-26 Super League 2025/2026 dengan hasil gemilang. Serdadu Tridatu pesta gol usai melibas PSBS dengan skor telak 6-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (6/4/2026) malam WIB.
Warga Jawa Barat Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan 3 Program Besar yang Bisa Bikin Untung UMKM dan MBR

Warga Jawa Barat Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan 3 Program Besar yang Bisa Bikin Untung UMKM dan MBR

Dedi Mulyadi umumkan 3 program besar di Jawa Barat, dari gentengisasi, renovasi puluhan ribu rumah hingga apartemen subsidi yang menguntungkan UMKM dan MBR.
Upaya Keras Para Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Agar KDM Cabut SK Gubernur, Datangi KPAI, Kemendagri hingga Ombudsman

Upaya Keras Para Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Agar KDM Cabut SK Gubernur, Datangi KPAI, Kemendagri hingga Ombudsman

Berbagai upaya ditempuh para orang tua siswa dan komite sekolah dalam memperjuangkan nasib pendidikan ratusan siswa SMK IDN Bogor. Apa saja ini rangkumannya..
Soal Prabowo Bohongi Publik Terkait Swasembada Pangan, Pengamat: Feri Amsari Mafia Pangan Indonesia?

Soal Prabowo Bohongi Publik Terkait Swasembada Pangan, Pengamat: Feri Amsari Mafia Pangan Indonesia?

Pernyataan Feri Amsari yang menuding Presiden Prabowo Subianto membohongi publik soal swasembada pangan menuai kritik keras. 
Jakarta Electric PLN Ungkap Biang Kerok Dibantai Gresik Phonska di Final Four Proliga 2026 Seri Surabaya

Jakarta Electric PLN Ungkap Biang Kerok Dibantai Gresik Phonska di Final Four Proliga 2026 Seri Surabaya

Jakarta Electric PLN mengungkapkan alasan dibalik kekalahan telak atas Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia di final four Proliga 2026 Seri Surabaya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT