Teks Khutbah Singkat Jumat 3 Januari 2025: Bulan Rajab Jadi Lembaran 'Pemutihan' Ajang Segudang Amalan Baik
- dok.ilustrasi freepik
Hadirin sidang shalat Jumat rahimakumullah
Puji dan syukur, marilah kita sama-sama panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat wal afiyat sehingga kita bisa sampai kepada bulan Rajab. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, hingga sampai kepada kita selaku pengikutnya. Semoga kita di yaumil akhir bisa mendapatkan syafaat darinya.
Selaku khatib, tidak lupa untuk selalu mengajak kepada kita semua untuk selalu meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena, hanya dengan iman dan taqwa kita bisa selamat dari siksa-Nya di akhirat kelak.
Hadirin sidang shalat Jumat rahimakumullah Dalam kitab Lathaiful Ma’arif juz 1 halaman 122 Ibu Rajab menjelaskan bahwa di bulan Rajab di anjurkan untuk bertaubat di bulan yang mulia ini. Beliau mengatakan, “Putihkanlah lembaran hitammu di bulan Rajab, dengan amal baik yang menyelamatkanmu dari api yang melalap.” Lebih jelasnya, bulan Rajab adalah bulan yang baik untuk berhijrah, hijrah dari kejelekan menuju kebaikan, hijrah dari ujaran kebencian ke ujaran kesantunan, hijrah dari ekstremisme ke moderatisme, dan hijrah dari akhlak tercela ke akhlak terpuji.
Islam adalah agama yang mengajarkan al-akhlaq al-karimah. Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ diutus Allah ﷻ untuk menyempurnakan akhlak mulia Sebagaimana diriwayatkan Imam Baihaqi dalam Sunan Baihaqi Juz 10 halaman 323:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Artinya: “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia” (HR Imam al-Baihaqi).
Bagaimana pengertian akhlak? Menurut Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin juz 3 halaman 53, akhlak adalah perangai kejiwaan yang menjadi sumber segala perbuatan secara spontan. Perangai kejiwaan yang menimbulkan perbuatan terpuji secara logis dan syar’i, dinamakan dengan akhlak mulia. Sebaliknya, jika perbuatan yang muncul adalah perbuatan tercela, dinamakan dengan akhlak tercela.
Akhlak selalu berkaitan dengan perilaku yang melekat sebagai kebiasaan pada diri seseorang. Jika seseorang melakukan sesuatu di luar kebiasaannya, maka itu bukan perangai dan sikapnya. Sebagai contoh, orang yang terbiasa bersikap kaku dan tidak ramah memberikan senyuman/sapaan—ini jelas bukan karena dia santun, melainkan karena kepentingan dan modus yang menuntut dia bersikap ramah.
Load more