News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tidak Pernah Berhaji kok Dipanggil 'Pak Haji atau Bu Hajah', Memangnya Boleh? Ternyata Buya Yahya Sebut itu...

Pendakwah Buya Yahya mengupas tuntas soal hukum bagi yang belum pernah berangkat ke Tanah Suci telah dipanggil gelar "Pak Haji atau Bu Hajah" oleh orang lain.
Rabu, 25 Desember 2024 - 20:01 WIB
Buya Yahya uraikan orang tua belum pernah berangkat ke Tanah Suci telah dipanggil gelar Pak Haji atau Bu Hajah
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

Dalam ibadah haji memunculkan tradisi atau simbol baru menunjukkan orang-orang telah berhaji ke Tanah Suci kerap kali dipanggil Pak Haji atau Bu Hajah.

Panggilan ini memiliki makna sebagai bentuk adanya penghormatan kepada orang mukmin yang sungguh-sungguh memenuhi salah satu kewajibannya dalam rukun agama Islam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai pendakwah, Buya Yahya menyampaikan orang mukmin telah berhaji akan menganggap tidak sah jika ada yang belum pernah berangkat ke Tanah Suci selalu dipanggil Pak Haji atau Bu Hajah.

Menurutnya, gelar ini akan menimbulkan ketimpangan atau rasa cemburu antara yang berhaji dan belum sama sekali bersua ke Tanah Suci.

Pengasuh LPD Al Bahjah itu menganggap orang telah berhaji sampai rela menahan rasa sabar untuk merebut atau mendapatkan antre kuota ibadah haji.

"Karena dia iri enggak pengin ada orang yang enggak haji dipanggil Pak Haji ini menurut sebagian Pak Haji," terang dia.

Kemudian, Buya Yahya menguraikan pendapat kedua terkait kebanyakan orang tua baik bapak-bapak atau ibu-ibu selalu dipanggil bergelar "haji".

"Menurut yang lain itu tidak apa-apa. Namanya Pak Haji kan semoga bisa cepat haji begitu," katanya.

tvonenews

Gelar tersebut melekat ke orang belum berhaji bisa menjadi pemantik bagi mereka senantiasa menanamkan rasa semangat dan berjuang agar segera pergi ke Tanah Suci.

"Sebab ada orang yang memang begitu sampai ada di Cirebon mana saya enggak tahu, kamu sudah haji ya, kok pakaiannya putih, haji? Akhirnya bingung pakai hijau atau kuning nantinya," jelasnya.

Soal perdebatan gelar ini, Buya Yahya mewajarkan rentan menimbulkan kecemburuan dan ketidakadilan bagi mereka yang telah berhaji.

"Memang untuk menurut sebagian Pak Haji yang belum haji dipanggil Pak Haji enggak boleh, kenapa?," tanya dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya aja habis berapa juta untuk haji baru dipangil haji eh ente belum haji dipanggil Pak Haji, itu kata Pak Haji," sambungnya.

"Akhirnya rombongan jemaah haji reunian jamaah haji itu penting kamu tuh haji jangan makan riba jangan haram itu pentingnya untuk bukan sombong-sombongan," tandasnya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT