Ini Profil Ustaz Adi Hidayat, Cendikiawan Muhammadiyah yang Digadang-gadang Jadi Pengganti Gus Miftah
- Tangkapan Layar/YouTube Adi Hidayat Official
tvOnenews.com - Pendakwah kondang Ustaz Adi Hidayat (UAH) digadang-gadang menjadi pengganti dari Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Bahkan salah satu akun TikTok @adicahyadi58 mengunggah foto kebersamaan Ustaz Adi Hidayat dengan Presiden Prabowo.
"Sukses dan sehat selalu UAH," caption yang ditulis akun @adicahyadi58 dikutip Selasa (10/12/2024).
Kabar itupun menuai berbagai komentar warganet.
"Keren selamat buat Ustaz Adi Hidayat, anda layak," komentar netizen.
"Alhamdulillah, Ustaz Adi Hidayat menyejukkan kalua bicara," kata netizen.
"Pak Prabowo memilih orang yang tepat, Isnya Allah Ustaz Adi Hidayat bisa menjadi contoh untuk kita semua menjadi lebih baik," komentar lainnya.
Namun hingga berita ini dibuat, Presiden Prabowo Subianto belum menunjuk sosok pengganti Gus Miftah.
Sementara, pihak Ustaz Adi Hidayat juga belum memberikan komentar atau konfirmasi terkait isu dirinya akan menggantikan Gus Miftah sebagai utusan khusus presiden
Lalu bagaimana sepak terjang dan profil dari Ustaz Adi Hidayat?
Ustaz Adi Hidayat adalah seorang ulama muda kondang yang lahir di Pandeglang, Banten, 11 September 1984.
Pria yang akrab disapa UAH ini memiliki pusat kajian Islam bernama Quantum Akhyar Institute yang didirikan pada 2013 dan Akhyar TV di tahun 2016 lalu.
Ustaz Adi Hidayat adalah seorang yang cerdas dan dikenal hafal dengan Al-Qur’an.
Hal ini karena ia merupakan seorang cendekiawan Muhammadiyah yang dikenal sebagai ahli tafsir ilmu Al-Qur’an dan hadis.Â
Selain berdakwah melalui majelis ilmunya, pria asal Pandeglang, Banten ini gencar melakukan syiar melalui akun media sosialnya.
Bahkan selain tema fiqih, dalam videonya, Ustaz Adi Hidayat juga bersuara terhadap kejadian di Indonesia.
Jika dalam momen Pemilu pun, UAH memberikan pesan-pesan agama kepada calon pemimpin negeri.
Bahkan jika ada kasus yang menuai reaksi, UAH juga akan bereaksi dan memberikan tausiah yang membuat semua ingat kembali ke perintah Allah dan ajaran Nabi Muhammad SAW.
Selain mendirikan pusat kajian, UAH juga memiliki sederet karya tulis dalam Bahasa Arab dan Indonesia.
Load more