News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Harganya Mahal dan Nyaman, Tolong Jangan Pakai Sajadah ini untuk Shalat, Ustaz Adi Hidayat: Dilarang oleh Nabi

Hati-hati memakai sajadah dengan model ini, Nabi Muhammad SAW melarang shalat dengan sajadah ini meski harganya mahal. Ustaz Adi Hidayat berikan penjelasannya
Senin, 2 Desember 2024 - 23:23 WIB
Ustaz Adi Hidayat jelaskan Nabi melarang shalat dengan sajadah ini
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Adi Hidayat Official

tvOnenews.com - Hati-hati bila memakai sajadah dengan model seperti ini, tidak boleh untuk shalat meski harganya mahal. Ustaz Adi Hidayat berikan penjelasannya.

Banyak orang yang menjual sajadah dengan berbagai model dan motif agar menarik perhatian dan lebih nyaman saat beribadah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meskipun harganya sangat mahal dan nyaman, namun sajadah jenis ini jangan dipakai untuk melaksanakan shalat.

Oleh sebab itu, dianjurkan untuk segera mencari sajadah lain yang sesuai dengan syariat Islam.

Lantas, seperti apakah sajadah yang dimaksud?

Dalam satu kajiannya, Ustaz Adi Hidayat mengungkapkan sajadah yang tidak boleh dipakai untuk melaksanakan shalat.

Seperti apa penjelasan Ustaz Adi Hidayat mengenai hal tersebut? Simak informasinya berikut ini.

Dilansir tvOnenews.com dari tayangan YouTube Adi Hidayat Official, sajadah tersedia dalam berbagai macam motif dan bahan. 

Pada umumnya, seseorang akan mencari sajadah yang nyaman ketika dipakai untuk sujud, meski harganya mahal.

Namun hati-hati dalam memilih sajadah, karena terdapat sajadah yang tidak boleh digunakan untuk shalat.

Ustaz Adi Hidayat
Ustaz Adi Hidayat. (Ist)

Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa Nabi melarang untuk sujud di alas yang terlampau empuk seperti bantalan.

"Nabi melarang kita untuk sujud di tempat yang terlampau empuk seperti bantalan," ungkap Ustaz Adi Hidayat pada tayangan YouTube Adi Hidayat Official.

Menurutnya, sajadah yang sangat tebal tidak dapat dijadikan sebagai tempat sujud saat shalat.

Meskipun harganya mahal, mewah dan nyaman untuk sujud, akan tetapi jangan pernah pakai sajadah tersebut sebagai alas shalat, bahkan Nabi Muhammad SAW melarangnya. 

"Ada sajadah sekarang kelihatan mewah tapi itu sebetulnya enggak bisa dijadikan tempat sujud," tegas Ustaz Adi Hidayat tentang sajadah yang tidak bisa untuk shalat.  

"Itu enggak bisa, dilarang oleh Nabi," sambungnya.

Sajadah yang seperti itu bisa menghalangi kening saat sujud, sehingga sujudnya menjadi tak sempurna.

"Karena nanti akan menghambat menempelnya kening dengan sempurna," jelas Ustaz Adi Hidayat.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara Nabi memerintahkan agar menyempurnakan sujud dengan menempelkan kening ke tempat sujud.

"Kata Nabi, ketika engkau sujud tempelkan kening dengan sempurna sehingga ada penempelan antara kening dengan tempat sujud," katanya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT