GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukannya Rezeki Bertambah Malah Makin Seret, Tolong Hindari Dua Waktu Tidur ini, Buya Yahya Tegaskan Hukumnya Makruh

Buya Yahya mengingatkan semua orang tidak beristirahat pada dua larangan waktu tidur ini. Meski bersifat makruh bisa mempersempit rezeki karena kelalaiannya.
Selasa, 1 Oktober 2024 - 04:22 WIB
Buya Yahya ingatkan dua waktu tidur ini harus dihindari karena bersifat makruh dan bisa bikin rezeki seret
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Buya Yahya mengungkapkan larangan waaktu tidur tertentu bisa menyebabkan rezeki hidup semakin sempit.

Buya Yahya menyatakan rezeki yang akan didapatkan malah tidak jadi didatangkan oleh Allah SWT karena hamba-Nya tidur di waktu ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Buya Yahya menjelaskan orang yang banyak tidur pada waktu ini bisa membuat rezeki tidak pernah akan diberikan oleh Allah SWT.

Meski Buya Yahya menyampaikan bahwa tidur di waktu tersebut bersifat makruh dan menghalangi rezeki hidup seseorang.

Lantas, kapan waktu tidur menyebabkan rezeki seret? Buya Yahya membocorkan jamnya sebagai berikut.


Ilustrasi seorang perempuan beristirahat pada dua larangan waktu tidur bikin rezeki seret. (iStockPhoto)

tvOnenews.com mengutip dari tayangan channel YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (1/10/2024), Buya Yahya membagikan waktu larangan tidur kepada jemaahnya.

Buya Yahya menyatakan agar setiap orang menghindari waktu tersebut untuk digunakan sebagai momen istirahat.

Ia memahami waktu tidur terbaik biasanya dilakukan dari jam 10 hingga pagi hari sebelum mulai aktivitas bekerja sehari-hari.

Namun, ia menyatakan ada waktu yang dilarang untuk tidur meski sifatnya makruh dan tidak diharamkan.

Pengasuh LPD Al Bahjah itu mengungkapkan waktu larangan tidur yang pertama terletak pada setelah shalat Subuh.

Pendakwah karismatik itu sering melihat setelah seseorang menunaikan shalat Subuh kembali digunakan untuk tidur.

Meski ia menyatakan hukumnya tidak haram dan masih boleh dilakukan kembali beristirahat setelah shalat Subuh.

Namun, ia menyampaikan hukumnya makruh berdasarkan pendapat para ulama agar waktu tersebut sangat mustajab dalam memperbanyak amalan.

Misalnya seseorang memperbanyak doa, zikir, istighfar, dan sholawat setelah menunaikan shalat Subuh guna mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

"Jadi tidak haram hanya makruh," ungkap Buya Yahya.

Buya Yahya melanjutkan bahwa ada banyak kerugian yang didapatkan seseorang walaupun hukumnya makruh.

Ia menyebutkan salah satu kerugian seseorang saat memilih tidur kembali dapat mempengaruhi pintu aliran rezeki sulit dibuka oleh-Nya.

"Dia akan kehilangan banyak hal, di antaranya rezeki, rezekinya sempit. Jadi bukan adanya larangan haram ya," katanya.

"Namun setelah shalat Subuh ketika tidur ya memang tidur tapi makruh hukumnya," sambungnya.

Lanjut, Buya Yahya mengungkapkan waktu larangan tidur kedua setelah menunaikan shalat Ashar sampai waktu Maghrib.

Ia mengatakan larangan waktu tidur di momen tersebut berdasarkan penjelasan dari Imam Haddad Rahimahullah.

"Ada dua waktu yang jangan sampai kita lupa, kita lalaikan," jelasnya.

"Pertama yakni habi shalat Ashar sampai Maghrib, yang kedua adalah setelah shalat Subuh hingga terbitnya matahari," lanjutnya.

tvonenews

Ia menyatakan waktu setelah Ashar sampai Maghrib dan habis shalat Subuh mempunyai banyak keistimewaan.

Menurutnya, kedua waktu tersebut sebagai momentum untuk memperkaya diri melalui proses mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Kalau habis shalat Ashar sampai Maghrib, kalau kita dengan Allah, maka itu jadi sebab kita diberi rezeki batin, tentram hati dan sebagainya," terangnya.

"Kemudian bagi siapa pun yang menghidupkan, dalam hadis Nabi disebutkan 'barang siapa yang menghidupkan di antara waktu shalat Subuh dengan sampai terbit matahari, maka Allah akan berikan rezeki dzahir, duit dan sebagainya. Allah SWT akan memberikan rezeki lebih banyak, lebih cepat dari pada orang yang mulai pagi sudah mulai kerja di pasar," tandasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahu A'lam Bishawab.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan terbitnya Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang berisi
Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Conor McGregor melontarkan kritik pedas kepada Charles Oliveira usai pertarungan perebutan sabuk BMF di UFC 326, menyebut gaya bertarungnya “sangat buruk”.
Hormati Keputusan PN Jakpus soal Vonis Bebas Delpedro Cs, Polda Metro Jaya: Seluruh Proses Dijalankan Sesuai Prosedur

Hormati Keputusan PN Jakpus soal Vonis Bebas Delpedro Cs, Polda Metro Jaya: Seluruh Proses Dijalankan Sesuai Prosedur

Polda Metro Jaya menghormati keputusan majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang membebaskan Delpedro Marhaen dan tiga terdakwa lain dalam perkara
KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi jalur kereta api di DJKA
Alumni FKT UGM 96 Gelar Bazar Ramadhan di Jantung Tahura Bunder, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Alumni FKT UGM 96 Gelar Bazar Ramadhan di Jantung Tahura Bunder, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Momen peringatan Hari Jadi ke-271 DIY serta Hari Bakti Rimbawan ke-43, Alumni Angkatan 1996 Fakultas Kehutanan UGM menggelar "Bazaar Ramadhan Alas Bunder 2026"
Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Apakah Anda berencana untuk menggunakan mobil listrik saat mudik? Sebelum berangkat, persiapkan tips berikut ini agar perjalanan Anda menjadi aman dan nyaman.

Trending

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Setelah ditinggal Megawati Hangestri, Red Sparks mengalami penurunan performa di V-League 2025/2026. Kondisi tersebut membuat pelatih Ko Hee-jin mengkritik.
Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengungkap doa yang dikabulkan Tuhan saat melepas kepergian sang anak. Pesannya menyentuh hati banyak orang.
Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Apakah Anda berencana untuk menggunakan mobil listrik saat mudik? Sebelum berangkat, persiapkan tips berikut ini agar perjalanan Anda menjadi aman dan nyaman.
Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Legenda sepak bola Italia, Luca Toni, mengingatkan Bayern Munich agar tidak meremehkan Atalanta jelang pertemuan kedua tim pada babak 16 besar UEFA Champions League musim ini.
Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/2 Yogyakarta untuk menebar kepedulian kepada sesama dengan mengadakan bakti sosial
Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Komika Pandji Pragiwaksono berharap kasusnya yang diduga menghina suku Toraja dapat diselesaikan melalui restorative justice (RJ). Diketahui, hari ini Pandji
KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi jalur kereta api di DJKA
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT