News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tahlilan itu Ada yang Bilang Bid'ah? Tak Ada Dalilnya dan Tak Pernah Dilakukan Nabi, Buya Yahya Bilang Kalau Tradisi Itu...

Tahlilan kerap dianggap sebagai bid'ah. Lantas bagaimana hukumnya dalam Islam? Buya Yahya bilang kalau tidak semua hal yang tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad
Jumat, 30 Agustus 2024 - 15:48 WIB
Tahlilan itu Ada yang Bilang Bid'ah? Tak Ada Dalilnya dan Tak Pernah Dilakukan Nabi, Buya Yahya Bilang Kalau Tradisi Itu...
Sumber :
  • YouTube Al Bahjah TV

tvOnenews.com - Di masyarakat Indonesia, tahlilan merupakan tradisi yang lazim dilaksanakan ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia. 

Acara ini biasanya diisi dengan doa bersama, dzikir, serta tausiyah yang dihadiri oleh keluarga dan tetangga. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, tak jarang tahlilan menuai kontroversi, dengan sebagian orang menganggapnya sebagai bid'ah.

Lalu, bagaimana sebenarnya pandangan Islam mengenai tahlilan? 

Apakah benar praktik ini termasuk bid'ah, atau justru memiliki landasan yang dibenarkan dalam syariat?

Buya Yahya, seorang ulama terkemuka, memberikan pandangannya terkait tudingan bahwa tahlilan adalah bid'ah. 

Dalam ceramah yang dikutip dari kanal YouTube Al Bahjah TV, Buya Yahya menegaskan bahwa tidak semua hal yang tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW otomatis dianggap sebagai bid'ah. 

Hal ini penting untuk dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menjalankan ajaran agama.

Makna Bid'ah dan Syariat dalam Islam

Bid'ah secara umum diartikan sebagai inovasi dalam urusan agama yang tidak ada contohnya dari Nabi Muhammad SAW. 

Menurut pandangan ulama, bid'ah dapat terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah bid'ah hasanah (bid'ah yang baik) dan bid'ah dhalalah (bid'ah yang sesat). 

Perbedaan ini didasarkan pada tujuan dan isi dari praktik tersebut.

Buya Yahya menjelaskan bahwa syariat Islam tidak terbatas pada apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

"Syariat itu tidak hanya yang dilakukan Nabi. Agama tidak hanya yang dilakukan Nabi," jelas Buya Yahya. 

Ini berarti bahwa meskipun Nabi tidak melakukan tahlilan secara spesifik, bukan berarti praktik ini langsung dianggap sebagai bid'ah yang sesat.

Apa yang Biasanya Dilakukan dalam acara Tahlilan?

Menurut Buya Yahya, penting untuk melihat apa yang dilakukan dalam tahlilan sebelum memberikan label bid'ah atau haram. 

Dalam tahlilan, biasanya terdapat dzikir bersama, tausiyah, dan doa untuk almarhum. 

Nabi Muhammad SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk rajin berdzikir, berdoa, dan bersedekah, selama dilakukan dengan cara yang benar dan beradab.

"Meskipun Nabi tidak melakukan tahlilan, tapi apa yang dilakukan dalam tahlilan itu tidak bertentangan dengan ajaran Nabi," tegas Buya Yahya. 

Dalam tahlilan, ada amalan-amalan yang dianjurkan seperti dzikir, doa, dan tausiyah, yang semuanya memiliki landasan dalam ajaran Islam.

Buya Yahya menambahkan, "Kalau di dalam tahlilan itu ada sedekah, kemudian berdoa, kemudian kamu dipertemukan saudara agar tidak berantem, kemudian ada tausiyah di dalamnya, mana yang haram?"

Dalam memahami bid'ah, penting untuk merujuk pada pendapat para ulama. Imam Syafi'i, salah satu ulama besar dalam Islam, pernah berkata:

"Bid'ah terbagi menjadi dua; bid'ah yang sesuai dengan Al-Qur'an, Sunnah, ijma' ulama, atau atsar, maka itu bid'ah hasanah (baik). Sedangkan bid'ah yang bertentangan dengan hal-hal tersebut, maka itu bid'ah dhalalah (sesat)." (Imam Syafi'i dalam kitab Al-Baihaqi, Manaqib Asy-Syafi'i).

Pendapat ini memberikan pemahaman bahwa tidak semua inovasi dalam agama adalah sesat, selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar dalam Islam.

Hal ini sejalan dengan penjelasan Buya Yahya yang tidak langsung menghukumi tahlilan sebagai bid'ah dhalalah, melainkan melihat substansi dari praktik tersebut.

Tahlilan sebagai sebuah tradisi memiliki elemen-elemen yang dianjurkan dalam Islam seperti dzikir, doa, dan sedekah. 

Meskipun tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW secara spesifik, hal ini tidak serta merta menjadikan tahlilan sebagai bid'ah yang sesat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti yang dijelaskan oleh Buya Yahya, penting untuk memahami bahwa syariat Islam tidak hanya terbatas pada apa yang dilakukan oleh Nabi, tetapi juga mencakup hal-hal yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar agama. 

Dengan demikian, tahlilan tidak dapat langsung dihukumi sebagai bid'ah yang sesat selama praktik tersebut sesuai dengan ajaran Islam yang benar. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT