News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Miris Pegi Setiawan Mau Shalat Nggak Boleh Saat di Tahanan, Disuruh Nanti Saja sampai Wudhu Pakai Debu, Apakah Sah Ibadahnya?

Untuk wudhu pun Pegi Setiawan juga dilarang. Sehingga ia dengan terpaksa melakukan tayamum, karena keadaan mendesak. Sah atau tidaknya simak di penjelasannya...
Rabu, 24 Juli 2024 - 04:35 WIB
Miris Pegi Setiawan Mau Shalat Nggak Boleh Saat di Tahanan, Disuruh Nanti Saja sampai Wudhu Pakai Debu, Apakah Sah Ibadahnya?
Sumber :
  • dok.tangkapan layar medsos X

Jakarta, tvOnenews.com-- Seperti artis baru Pegi Setiawan namanya tengah popular di tengah masyarakat, usai dirinya bebas dari Kasus Pembunuhan Vina Cirebon. 

Baru-baru ini mengungkapkan kalau dirinya kesulitan untuk ibadah saat masih di Tahanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini ia sampaikan dalam satu kesempatan podcast yang viral di Media Sosial (Medsos) X dalam penggalan video singkat. 

Dalam kesempatan itu, Pegi Setiawan alias Perong menceritakan dirinya dilarang untuk ibadah shalat

Padahal saat waktunya tiba ia ingin segerakan shalat wajib tapi malah di Tahanan, dibilang nanti saja.

"Bahkan saya mau shalat juga, yaudah nanti nanti aja shalatnya gini gini gini. Bahkan saya maksain maksain diri untuk shalat, mau ambil wudhu saya nggak boleh keluar," ujar Pegi Setiawan dikutip dari akun nulbesars, dikutip Rabu (23/7/2024).

Untuk wudhu pun Pegi Setiawan juga dilarang. Sehingga ia dengan terpaksa melakukan tayamum, karena keadaan mendesak. 

Bahkan yang mirisnya, semua pakaian dari Pegi Setiawan pun juga dirobek. Sehingga ia sempat merasa kebingungan untuk melaksanakan shalat dengan pakaian yang layak. 

 

"Jadi saya wudhu pakai debu aja yang di bawah. Pakai celana kan disobek pak, baju juga sobek disobek dan dibuang, dirobek semua dan dibuang," ungkap Pegi.

"Saya kan pendek ya bawahnya pak. Jadi saya terpaksa cari kain yang nggak kepakai tuh. Terpaksa saya lipatin buat nutupin dengkul buat shalat gitu pak," tambahnya.

 

Dengan begitu, Pegi Setiawan mengaku ibadah selama ditahan kepolisian sangatlah terbatas. Namun, ia tetap berusaha lakukan shalat dengan kondisinya.

"Jadi saya shalat terbatas pak, nggak tahu kiblat arah mana, yang penting saya yakin hati aja pak, bismillah aja gitu," tegas Pegi Setiawan.

Perlu diketahui, Pegi Setiawan sempat mengalami ditahan di Kepolisian, akibat ditetapkan sebagai tersangka Kasus Pembunuhan Vina Cirebon.

Namun, seiring berjalannya kasus itu. Pada Senin (8/7) kemarin, Hakim Tunggal Pengadilan Negeri (PN) Bandung Eman Sulaeman memerintahkan kepada termohon yakni Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) segera membebaskan Pegi Setiawan dari tahanan.

Hal itu diungkapkan setelah sidang praperadilan mengabulkan gugatan pemohon, Pegi alias Perong tersebut.

"Menyatakan tindakan termohon sebagai tersangka pembunuhan berencana adalah tidak sah dan tidak berdasarkan hukum,” ujar Eman kala itu.

 

Wudhu pakai Debu dalam Islam, apakah sah?

 

Mendengarkan cerita Pegi Setiawan yang kesulitan untuk wudhu saat ditahanan. Dalam pandangan Islam untuk tayamum akan dijelaskan Buya Yahya. 

Melansir dari YouTube resminya, Selasa (24/7/2024) berikut penjelasan Buya Yahya berdasarkan pertanyaan terkait wudhu atau tayamum di pesawat.

Buya Yahya mengatakan bahwa di dalam madzhab Imam Syafi'i bertayamum itu harus dengan debu. Maka jika tidak ada debu tidak termasuk tayamum.

 

"Jika tidak ada air, maka langsung shalat saja dengan tayamum. Langsung shalat saja bisa," terang Buya Yahya.

Apabila dikaitkan dengan Pegi Setiawan yang kesulitan untuk berwudhu untuk shalat. Ia memutuskan pakai debu sudah bisa shalat.

Jika melihat dari perspektif Madzhab Imam Syafi'i tayamum. Buya Yahya menjelaskan hal ini termasuk dalam shalatnya orang yang tidak menemukan air dan debu untuk bersuci, akan tetapi ini wajib di qadha.

"Ini sebabnya shalat tanpa bersuci, dalam madzhab Syafi'i," pesan Buya Yahya.

 

Keutamaan tayamum sebelum shalat saat perjalanan pun juga sudah disampaikan Allah SWT, lewat firman-Nya. 

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ  

 

“… dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu…” (Al-Maidah 6) dikutip dari laman MUI. (Klw) 

 

Sekadar informasi, atas pernyataan Pegi Setiawan di atas belum mendapatkan tanggapan dari pihak Kepolisian. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 Waallahualam. 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT