News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lakukan Amalan Ini Selama 40 Hari agar Terbebas dari Neraka dan Sifat Kemunafikan Kata Syekh Ali Jaber

Syekh Ali Jaber ungkap amalan yang bisa menghindarkan dari api neraka dan sifat kemunafikan jika diamalkan selama 40 berturur-turut, amalannya adalah...
Rabu, 19 Juni 2024 - 12:25 WIB
Syekh Ali Jaber ungkap amalan agar terhindar dari negara dan sifat kemunafikan
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Yayasan Syekh Ali Jaber

tvOnenews.com - Syekh Ali Jaber mengungkap sebuah amalan yang bisa menghindarkan dari neraka dan sifat kemunafikan.

Semua amalan yang dilakukan di dunia ini tentu saja dengan harapan mendapatkan ridho Allah SWT dan kelak bisa masuk surga serta terhindar dari api neraka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada banyak amalan yang bisa dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

tvonenews

Salah satu amalan diungkap Syekh Ali Jaber dalam sebuah acara ceramah.

Apabila bisa menjaga amalan tersebut selama 40 hari, maka ia akan terbebas dari neraka dan sifat kemunafikan.

Berikut penjelasannya oleh Syekh Ali Jaber, dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Muslim - saluran dakwah.

Syekh Ali Jaber menjelaskan, dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi "Barangsiapa yang shalat selama 40 hari tidak tertinggal 'takhbiratul ihram' bersama imam, maka akan mendapat kebebasan dari neraka dan dari kemunafikan".

Tidak tertinggal 'takbiratul ihram' artinya adalah orang yang selalu datang lebih awal sebelum shalat berjamaah atau tidak pernah tertinggal takbiratul ihram bersama imam.

"Imam 'Allahu Akbar' dia sudah standby," kata Syekh Ali Jaber. 

Jika shalat selama 40 hari berturut-turut, maka terhitung sudah mengerjakan 200 kali shalat.

Maka orang tersebut akan mendapatkan kebebasan dari neraka serta dijauhkan dari sifat kemunafikan.

syekh ali jaber
Syekh Ali Jaber ungkap amalan yang bisa menghindarkan dari neraka dan sifat kemunafikan. Sumber: Tangkapan layar YouTube Yayasan Syekh Ali Jaber
 

"Apa yang dia dapat? Dapat kebebasan dari neraka dan dari kemunafikan," ujar Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber juga menyebutkan, jika ingin mengetahui seseorang itu mukmin atau munafik, maka bisa dilihat dari shalatnya.

Orang tersebut sering menjaga takbiratul ihram bersama imam (tidak terlambat) atau sering menjadi makmum masbuk.

"Kalau mau tau dirinya mukmin atau munafik, kira-kira bagaimana posisinya shalat. Khususnya takbiratul ihram, suka dijaga, atau sering masbuk," kata Syekh Ali Jaber.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Orang yang sering menjadi makmum masbuk maka posisinya di hadapan Allah SWT tidak akan sama dengan orang yang datangnya lebih awal.

Misal, semua bisa masuk surga karena karunia Allah, maka di dalam surga tingkatannya berbeda-beda, tergantung amalnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT