GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PBNU dan Yenny Wahid Bereaksi Usai Ustaz Abu Bakar Ba'asyir Dukung AMIN, Reza Indragiri: Jika Berisiko Tinggi Ia Tidak Akan Dikeluarkan dari Lapas!

Reza Indragiri menilai jika hasil risk assessment Ustaz Abu Bakar Ba'asyir menunjukkan berisiko tinggi mengulangi tindak pidana maka ia tidak akan dikeluarkan.
Kamis, 18 Januari 2024 - 07:21 WIB
PBNU dan Yenny Wahid Bereaksi Usai Ustaz Abu Bakar Ba’asyir Dukung AMIN, Reza Indragiri: Jika Berisiko Tinggi Ia Tidak Akan Dikeluarkan dari Lapas!
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Ustaz Abu Bakar Ba'asyir menyatakan diri mendukung pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN).

Dukungan ustaz yang pernah tersandung kasus terorisme itu beredar di akun TikTok @aniesvisioner.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Putra Ustaz Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rohim, mengonfirmasi kebenaran rekaman suara itu. 

Dukungan Abu Bakar Ba’asyir terhadap pasangan AMIN ini pun sontak mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Salah satu yang langsung merespon dukungan Abu Bakar Ba’asyir terhadap pasangan AMIN ini adalah Nahdlatul Ulama (NU).

Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bahkan secara spesifik meminta Nahdliyin tak memilih paslon yang didukung oleh Abu Bakar Ba’asyir.

PBNU dan Yenny Wahid Bereaksi Usai Ustaz Abu Bakar Ba’asyir Dukung AMIN, Reza Indragiri: Jika Berisiko Tinggi Ia Tidak Akan Dikeluarkan dari Lapas! (Sumber: ANTARA)

"Jangan kita mendukung pasangan yang didukung oleh orang-orang yang berseberangan dengan cara berpikirnya orang NU," ujar Gus Ipul, Selasa (16/1/2024). 

"Seperti calon yang didukung Abu Bakar Baasyir misalnya, apalagi ada Amien Raisnya juga," sambung Gus Ipul.

Yenny Wahid selaku putri dari Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga sepakat dengan Gus Ipul. 

Yenny menegaskan bahwa dalam politik semua yang berhaluan melawan pancasila jangan pernah diberi ruang.

"Saya rasa tidak perlu diberikan ruang terlalu besar dalam panggung politik di Indonesia," kata Yenny di Jakarta pada Rabu (17/1/2024).


PBNU dan Yenny Wahid Bereaksi Usai Ustaz Abu Bakar Ba’asyir Dukung AMIN, Reza Indragiri: Jika Berisiko Tinggi Ia Tidak Akan Dikeluarkan dari Lapas! (Sumber: Tim tvOnenews/Bagas)

Menanggapi hal tersebut, Reza Indragiri Amriel selaku Anggota Pusat Kajian Assessment Pemasyarakatan Poltekip Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melihat ada tiga hal yang perlu ditinjau dari pernyataan Gus Ipul dan Yenny Wahid itu.

"Pertama, Abu Bakar Ba’asyir selaku eks narapidana," kata Reza dalam keterangan tertulisnya kepada tim tvOnenews.com pada Kamis (18/1/2024).

Reza kemudian menjelaskan bahwa studi di sejumlah benua menunjukkan tingkat residivisme pelaku pidana terorisme adalah sebesar 2-7 persen.

"Persentase tersebut dikategori sebagai sangat rendah (very low) dan jauh lebih rendah (far lower) ketimbang residivisme kejahatan umum," kata Reza.

Reza mengingatkan bahwa Abu Bakar Ba’asyir kini telah menyatakan kembali ke NKRI. 

"Pihak yang masih menyebut ABB sebagai penolak Pancasila, perlu memperbaharui pengetahuannya," saran Reza. 

Reza mengatakan bahwa ada pernyataan terbuka Abu Bakar Ba’asyir yang menunjukkan perubahan mindset-nya.

Berikut pengakuan Abu Bakar Ba’asyir yang dimaksudkan oleh Reza.

"Indonesia berdasarkan Pancasila itu mengapa disetujui ulama? Karena dasarnya tauhid, Ketuhanan yang Maha Esa.Inipun pengertian saya terakhir. Dulunya saya, Pancasila itu syirik. Tapi, setelah saya pelajari selanjutnya, ndak mungkin ulama menyetujui dasar negara syirik, itu ndak mungkin. Karena ulama itu mesti niatnya ikhlas," ujar Ustaz Abu Bakar Ba’asyir kala itu.


PBNU dan Yenny Wahid Bereaksi Usai Ustaz Abu Bakar Ba’asyir Dukung AMIN, Reza Indragiri: Jika Berisiko Tinggi Ia Tidak Akan Dikeluarkan dari Lapas! (Sumber: viva.co.id)

Maka jika melihat pernyataan itu, menurut Reza Kemenkumham tentu telah melakukan risk assessment (RA) terhadap Ustaz Abu Bakar Ba’asyir. 

"RA adalah mekanisme untuk menakar antara lain risiko residivisme terpidana," katanya. 

Maka kata Reza jika hasil RA menunjukkan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir berisiko tinggi mengulangi tindak pidana maka ia tidak akan dikeluarkan.

"Seandainya hasil RA menunjukkan ABB berisiko tinggi mengulangi tindak pidana dan itu menjadi ancaman besar bagi masyarakat, Kemenkumham dan lembaga-lembaga negara lainnya niscaya akan memberikan rekomendasinya agar ABB–dengan cara apapun–tidak dikeluarkan dari lapas," jelas Reza.

Maka menurut Reza, jika ada pihak yang ketakutan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir akan melakukan aksi pidananya kembali, pihak tersebut perlu diingatkan bahwa ketakutannya itu terlalu berlebihan. 

"Sekaligus, ketakutan itu menunjukkan ketidakpercayaan terhadap kerja pemasyarakatan Kemenkumham," ujar Reza.

Sementara mengenai dukungan Abu Bakar Ba’asyir terhadap paslon AMIN, menurut Reza itu dapat menjadi sinyal putus hubungan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir dari elemen-elemen terorisme.

"Anggaplah, risk assessment sebatas menangkap indikator," katanya. 

"Sementara, dukungan ABB tersebut merupakan bukti bahwa telah terjadi disengagement ABB dari elemen-elemen terorisme yang pernah didakwakan kepada dirinya," sambungnya.

Reza mengatakan bahwa disengagement itu adalah kabar baik. 

"Bahwa, bukan sebatas reprogramming pada level berpikir, ABB sudah memperlihatkan perubahan pada tataran perilaku," ujar Reza.

Reza bahkan mengatakan bahwa dukungan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir itu selaras dengan anjuran Bung Karno sekian puluh tahun silam. 

"Menentang pembentukan negara agama, Bung Karno mendorong rakyat agar memilih wakil-wakilnya yang dinilai mampu memperjuangkan nilai dan norma keagamaan di parlemen," katanya. 

"Wakil-wakil semacam itu pada gilirannya akan memberikan warna religius pada produk legislatif yang dihasilkan, sehingga pada gilirannya memperkokoh nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan bernegara," lanjutnya.

Menurut Reza, itu pula yang secara analogis Ustaz Abu Bakar Ba’asyir lakukan. 

"Keinginannya agar Indonesia berwarna lebih hijau ia coba realisasikan bukan dengan melalui jalur ilegal," kata Reza.

Namun sebaliknya, demi mewujudkan harapannya itu, Ustaz Abu Bakar Ba’asyir memilih aktif menggunakan hak konstitusionalnya selaku warga negara.

Sementara ajakan tidak mendukung paslon yang didukung Ustaz Abu Bakar Ba’asyir menurut Reza merupakan narasi yang mengandung logika yang membingungkan. 


PBNU dan Yenny Wahid Bereaksi Usai Ustaz Abu Bakar Ba’asyir Dukung AMIN, Reza Indragiri: Jika Berisiko Tinggi Ia Tidak Akan Dikeluarkan dari Lapas! (Sumber: Twitter Cak Imin Now)

"Narator menunjukkan sikap anti terhadap individu tertentu, tapi rekomendasi yang ia keluarkan justru bernuansa politik praktis," kata Reza. 

"Kekacauan logika serupa bisa terjadi pula seandainya ada narasi 'jangan mendukung paslon yang didukung oleh TikToker yang mengancam melakukan pembunuhan/penembakan'," lanjut Reza. 

Hal ini pula kata Reza berlaku dengan narasi 'jangan mendukung paslon yang diusung oleh parpol yang di dalamnya ada eks koruptor', atau lainnya.

"Jadi, linearlah dalam berpikir. Kekhawatiran terhadap individu pelaku pidana atau pun eks narapidana semestinya berlanjut dengan arahan untuk mewaspadai individu tersebut," ujarnya.

"Bukan dengan mengeluarkan instruksi bermuatan politik elektoral," kata Reza.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun Reza menyetujui bahwa tidak ada pembenaran terhadap terorisme.

"Harus ditentang, pelakunya dipidanakan." tandasnya. (put)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas melontarkan pesan menohok untuk kadernya, terkait menjadi pejabat agar tidak sombong kepada rakyat.
Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Mencuat kabar terkait detik-detik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bekuk 3 pria yang ingin edarkan ganja 15,5 Kg pada Jumat (13/2/2026).
Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Pemerintah Indonesia terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui serangkaian program dan kebijakannya.
Pesulap Merah Akui Tak Selalu Dampingi Istri Saat Dirawat di Rumah Sakit, Ini Alasannya

Pesulap Merah Akui Tak Selalu Dampingi Istri Saat Dirawat di Rumah Sakit, Ini Alasannya

Pesulap Merah akui jarang mendampingi sang istri, Tika Mega Lestari, saat dirawat di rumah sakit. Ia ungkap alasan mengapa tak bisa selalu hadir.
Barcelona Dipermalukan 0-4, Alvaro Arbeloa Kirim Pesan Menohok ke Hansi Flick

Barcelona Dipermalukan 0-4, Alvaro Arbeloa Kirim Pesan Menohok ke Hansi Flick

Adu mulut tidak langsung antara pelatih Alvaro Arbeloa dan juru taktik Barcelona, Hansi Flick, menjadi sorotan usai kekalahan telak Blaugrana 0-4 dari Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey.
PF dan UPER Teken 23 MoU Strategis Sekaligus, Misi Perluas Dampak Pendidikan hingga Keberlanjutan

PF dan UPER Teken 23 MoU Strategis Sekaligus, Misi Perluas Dampak Pendidikan hingga Keberlanjutan

23 kesepakatan yang diteken PF dan UPER ini melibatkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, industri, hingga komunitas sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor.

Trending

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN Zulhas Lontarkan Pesan Menohok ke Kadernya: Jadi Pejabat Jangan Sok

Ketum PAN, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas melontarkan pesan menohok untuk kadernya, terkait menjadi pejabat agar tidak sombong kepada rakyat.
Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Detik-detik Polda Metro Jaya Bekuk 3 Pria Ingin Edarkan Ganja 15,5 Kg

Mencuat kabar terkait detik-detik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bekuk 3 pria yang ingin edarkan ganja 15,5 Kg pada Jumat (13/2/2026).
Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Lewat Program ENTREV, Pemerintah Genjot Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Pemerintah Indonesia terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui serangkaian program dan kebijakannya.
John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

Elkan Baggott kembali starter bersama Ipswich Town. Comeback ini jadi kabar baik bagi pelatih Timnas Indonesia John Herdman jelang FIFA Series 2026 di SUGBK
FIFA Sudah Resmi ACC, 3 Pemain Keturunan Ini Berpotensi Jadi Senjata Mematikan Baru John Herdman di Timnas Indonesia

FIFA Sudah Resmi ACC, 3 Pemain Keturunan Ini Berpotensi Jadi Senjata Mematikan Baru John Herdman di Timnas Indonesia

Tiga pemain keturunan dikabarkan sudah mendapat ACC FIFA untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia. Salah satunya kiper yang berpotensi jadi pesaing Paes dan Audero
Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Telan Kekalahan

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Telan Kekalahan

Tim yang diperkuat Megawati Hangestri, Jakarta Pertamina Enduro, menelan pil pahit pada pertandingan perdana mereka pada seri ke-6 Proliga 2026 di Bojonegoro
Maarten Paes Gigit Jari, John Herdman Mulai Kepincut Kiper Arema untuk Gabung Timnas Indonesia?

Maarten Paes Gigit Jari, John Herdman Mulai Kepincut Kiper Arema untuk Gabung Timnas Indonesia?

Penampilan gemilang Adi Satryo bersama Arema FC di hadapan John Herdman membuka peluang kembali ke Timnas Indonesia. Akankah posisi Maarten Paes terancam?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT