Cak Imin Soroti WFH ASN untuk Kurangi BBM, Wanti-Wanti soal Produktivitas
- dok.PKB
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin merespons soal kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN).
Ia menilai kebijakan tersebut berdampak positif terhadap pengurangan kemacetan dan konsumsi bahan bakar.
Cak Imin mengaku memantau langsung kondisi di pusat-pusat pemerintahan saat hari pertama penerapan WFH. Hasilnya, lalu lintas disebut lebih lancar dibanding biasanya.
"Ya tadi saya memonitor WFH di pusat-pusat pemerintahan, ya menjadi memang, kendaraan menjadi lancar, tidak ada penumpukan dan kemacetan yang memakan BBM jumlah besar-besar," ucap pria yang akrab disapa Cak Imin itu, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa WFH bisa menjadi salah satu solusi menekan penggunaan BBM di tengah beban energi yang terus meningkat.
"Artinya WFH itu efektif untuk mengurangi konsumsi BBM," ujarnya.
Meski begitu, ia memberi catatan kritis. Muhaimin mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada dampak positif di sektor transportasi, tetapi juga memastikan produktivitas ASN tetap terjaga.
"Tinggal sekarang WFH yang sudah diputuskan itu bagaimana kontrol tingkat produktivitasnya. Supaya para pegawai dan semua pihak yang memilih WFH itu tetap terjaga produktivitasnya," kata Imin.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak boleh mengganggu pelayanan publik. ASN yang bertugas di sektor layanan langsung, kata dia, tetap harus bekerja seperti biasa.
"Kepada pegawai ataupun ASN dalam pelayanan publik tidak ada WFH. Tetap kerja sesuai dengan pelayanan publik," tandasnya.
Seperti diketahui, kerja dari rumah atau WFH sehari dalam sepekan bagi ASN resmi berlaku mulai Jumat (10/4/2026).
Kebijakan kerja fleksibel ini baru berlaku, mengingat pada Jumat (3/4/2026) merupakan tanggal merah untuk memperingati wafatnya Isa Almasih.
Penerapan WFH bagi ASN setiap Jumat ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk berhemat atau efisiensi, khususnya terkait energi usai pecahnya konflik di Timur Tengah. (rpi/iwh)
Load more