News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ada Qishas Sepak Bola di Irak, Pemain Bisa Membalas Tekel Ketika Terkena Terabasan Lawan, Kisah dari Lapangan Hijau di Bawah Kendali Pemerintahan ISIS

Di pentas Piala Asia, Irak menjadi salah satu tim dengan prestasi yang bagus. Capaian sepak bola di Irak bukan simsalabim. Skuad yang dipimpin Jalal Hasan dan pelatih Jesus Casas pernah mengalami jalan terjal sebelumnya. Seperti apa perjalanan dunia sepak bola di Irak?
Senin, 15 Januari 2024 - 13:29 WIB
ISIS melarang warganya di Provinsi Al-Furat, Irak, memakai kaos klub sepakbola Eropa
Sumber :
  • Mirror.co.uk

Jakarta, tvOnenenws.com-Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong akan menjalani laga perdananya di ajang Piala Asia melawan Irak pada hari Senin pukul 21.30 WIB. Indonesia berada di Grup D bersama dengan Irak, Vietnam, dan Jepang. Meski berada pada grup dengan lawan yang tidak mudah, Asnawi dkk diyakini masih memiliki peluang untuk lolos fase grup.

Pertandingan pertama Piala Asia 2023 melawan Irak adalah pertemuan kedua Timnas Indonesia melawan negara Timur Tengah tersebut setelah sebelumnya kalah 1-5 pada Kualifikasi Piala Dunia yang digelar November 2023. Timnas Irak memang salah satu tim kuat di Piala Asia 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di pentas Piala Asia, Irak menjadi salah satu tim dengan prestasi yang bagus. Pada edisi 2007 lalu, Irak mampu meraih gelar juara. Pada laga final di Stadion Gelora Bung Karno, Irak menang 1-0 atas Arab Saudi lewat gol Younis Mahmoud.

Capaian timnas Irak bukan simsalabim. Skuad yang dipimpin Jalal Hasan dan pelatih Jesus Casas pernah mengalami jalan terjal sebelumnya. Sepak bola Irak pernah alami fase terpuruk ketika di bawah pemerintahan tiran Saddam Hussein. 

 

tvonenews

Meski pada akhirnya mendapatkan pengakuan internasional, itu harus ditebus dengan kebrutalan dan penyiksaan. Uday Husein, putra tertua Saddam Hussein, penanggung jawab atas tim Irak dari 1984 hingga awal 2000-an, menerapkan aturan keras: menang atau dipukuli. Tak hanya dipukuli, pemain berpenampilan buruk terancam dieksekusi mati. Pengakuan pengakuan mantan pemain sepak bola timnas Irak atas perlakuan Uday Husein sangat mengerikan. 

Lepas dari kejahatan Udai Husein tak lalu kebebasan bisa diperoleh. Atlet sepak bola dan penonton sepak bola di Irak giliran ditekan oleh 
Kelompok ekstrimis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

ISIS membuat peraturan yang aneh: melarang warganya di Provinsi Al-Furat, Irak, memakai kaos klub sepakbola Eropa dan kaos buatan Adidas dan Nike.

Untuk menjamin pelaksanaan aturan, ISIS bahkan menurunkan polisi agamanya. ISIS juga menempel secara khusus kaos klub sepakbola apa saja yang dilarang untuk digunakan.

Kaos klub-klub sepakbola terkemuka asal Eropa antara lain, Barcelona, Real Madrid, AC Milan, Manchester United, Manchester City, dan Chelsea.

Tak hanya klub sepakbola, ISIS juga melarang warga Irak memakai kaos tim nasional Inggris, Perancis, dan Jerman. Menurut laman Mirror, bagi warga yang melanggar peraturan ISIS menyiapkan hukuman 80 cambuk.

Buat aturan sepak bola sendiri
Peraturan aneh dalam bidang olahraga ini bukan kali pertama diterapkan ISIS. Awal bulan ini, ISIS melarang semua pertandingan sepakbola yang mengikuti peraturan dari induk organisasi sepakbola dunia, FIFA.

Pelarangan itu lantaran peraturan yang dibuat FIFA bertentangan dengan hukum agama Islam sehingga dinyatakan haram.
Meski begitu, ISIS tetap memiliki aturan sepakbola sendiri. Mereka memasukkan aturan qishas dalam pertandingan sepakbola.

Dalam peraturan qishas di sepakbola ala ISIS, pemain yang cedera berhak mendapat kompensasi atau berhak membalas perbuatan lawannya. Bagi yang menolak aturan tersebut akan dihukum 80 kali cambukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagaimanapun, sepak bola yang membawa kegembiraan, tetap diperjuangkan sebisanya, sehormat-hormatnya oleh warga Irak.(bwo)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT