News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memangnya Boleh Laki-laki dan Perempuan Bukan Muhrim Berenang Satu Kolam? Buya Yahya Beri Penjelasan ini, Ternyata itu...

Buya Yahya menyampaikan bahwa jika menjalankan sunnah harus dengan kecerdasan. Karena sunnah Nabi tidak hanya berenang, dan jika berenang justru mendapatkan
Selasa, 28 November 2023 - 16:18 WIB
Memangnya Boleh Laki-laki dan Perempuan Bukan Muhrim Berenang Satu Kolam? Buya Yahya Beri Penjelasan ini, Ternyata itu...
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews

tvOnenews.com - Berenang merupakan olahraga yang memiliki banyak efek baik bagi kesehatan, dan termasuk dalam cabang olahraga yang diunggulkan.

Banyak pilihan kolam renang dari mulai kolam renang athletic hingga kolam renang wisata dengan banyak wahana permainan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas bagaimanakah hukumnya berenang di kolam renang campur bagi laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim dalam Islam?.

Simak penjelasan Buya Yahya terkait hukum dan sunnah berenang berikut ini.

"Saya laki-laki yang hobi berenang. Berenang merupakan salah satu olahraga yang termasuk sunnah Nabi Muhammad SAW. Namun di era zaman sekarang ini, tempat renang atau kolam renang campur antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan jika berenang campur dengan wanita, rasanya kurang enak dan kurang nyaman Buya. Pasalnya ketika berenang, banyak wanita yang tidak menutup auratnya dan berpakaian ketat, sehingga mohon maaf, lekuk tubuhnya menjiplak. Bagaimanakah hukum berenang di tempat umum yang bercampur dengan wanita yang tidak menutup aurat, apakah tetap mendapatkan pahala sunnah atau dosa? Mohon pencerahannya," tanya salah satu jamaah.

Dilansir dari YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (28/11/23) berikut adalah penjelasan Buya Yahya terkait hukum berenang di kolam renang umum.

Buya Yahya menjelaskan bahwa sunnah Nabi itu banyak ragamnya, dan sunnah bukan merupakan suatu kewajiban.

Maka yang disebut sunnah, jika Anda tidak melakukannya itu tidak berdosa. Dalam hal ini Buya Yahya menyampaikan sunnah secara umum, tidak hanya berenang saja.

"Maka jika ingin mengamalkan sunnah Nabi tentunya harus ada kecerdasan. Di saat melakukan sunnah, jangan sampai kita melakukan kemaksiatan," ujar Buya Yahya.

Menurut Buya Yahya, kalau bersama sunnah didalamnya ada kemaksiatan, maka kita wajib meninggalkan sunnah.

Jangan sampai ketika Anda mengamalkan sunnah justru mendapatkan keharaman, makanya perlu kecerdasan untuk mengamalkannya.

Hukum Berenang di Kolam Renang Campur yang Bukan Muhrim?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi Berenang di kolam renang campur, bukan muhrim. Source: istockphoto

"Anda menjaga mata dari melihat aurat hukumnya wajib. Maka dahulukan wajibnya, jangan mikir sunnah," papar Buya Yahya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT